Sukseskan TKA 2026, MKKS Solo Tekankan Peran Aktif Orang Tua

  • 13 Apr 2026 12:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) jenjang SMP di Kota Surakarta yang dijadwalkan pada gelombang 3 dan 4 menuntut kesiapan menyeluruh, tidak hanya dari pihak sekolah tetapi juga keluarga.

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Surakarta menegaskan peran aktif orang tua sangat krusial dalam mendorong partisipasi dan kesiapan mental siswa. Dukungan dari rumah diyakini menjadi pondasi utama agar siswa mampu menghadapi ujian tanpa tekanan yang berlebihan.

Ketua MKKS SMP Solo, Sri Wuryanti, memaparkan sinergi antara guru dan orang tua menjadi kunci, terlebih pelaksanaan TKA berdekatan dengan usainya libur panjang Idulfitri.

Momentum liburan kerap membuat fokus belajar anak menurun, sehingga orang tua dituntut untuk kembali mengondisikan suasana rumah yang kondusif. Pemantauan waktu istirahat dan kesehatan anak menjelang hari pelaksanaan harus menjadi prioritas utama keluarga.

"Orang tua enggak boleh hanya nuntut-nuntut tanpa pendampingan. Suasana yang kita tebarkan memang sesuai jargonnya yakni jujur dan gembira, dan semangat itu juga harus sampai menyentuh ke orang tua di rumah," ujar Wuryanti saat ditemui rri.co.id di SMPN 1 Surakarta, Senin, 13 April 2026.

Lebih lanjut, dorongan dari orang tua sangat dibutuhkan mengingat TKA ini bersifat sebagai wadah pembuktian kompetensi literasi dan numerasi siswa selama tiga tahun belajar, bukan penentu kelulusan.

MKKS mendorong seluruh siswa, khususnya di sekolah negeri, untuk berpartisipasi maksimal memanfaatkan fasilitas evaluasi gratis dari pemerintah kota ini. Orang tua diharapkan mampu menanamkan pemahaman ujian ini adalah ajang untuk mengukur kemampuan diri secara jujur.

"Sudah saya sampaikan ke anak, enggak usah takut dan cemas karena tidak ada kaitannya dengan lulus atau tidak lulus, tetapi ini adalah kaitannya dengan pembuktian kompetensi," kata Sri Wuryanti.

Untuk memastikan sinergi ini berjalan lancar, MKKS telah menginstruksikan para wali kelas agar menjalin komunikasi intensif dengan wali murid.

Guru bimbingan konseling dan wali kelas ditugaskan memantau kondisi siswa yang mungkin memiliki kecemasan atau ekspektasi target terlalu tinggi. Melalui komunikasi dua arah ini, orang tua diimbau untuk menjaga anak-anak mereka agar fokus beristirahat di rumah dan membatasi kegiatan di luar yang menguras fisik.

Dengan kolaborasi yang kuat antara fasilitas sekolah yang memadai dan lingkungan rumah yang suportif, pelaksanaan TKA 2026 di Surakarta diharapkan berjalan lancar.

Hasil akhir dari pemetaan pendidikan ini nantinya tidak semata-mata dilihat dari tingginya angka akademik, melainkan dari keberhasilan proses pendampingan yang maksimal, baik dari para pendidik maupun doa restu orang tua. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....