Gentle Parenting Pola Asuh Berbasis Empati

  • 13 Apr 2026 11:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Konsep gentle parenting semakin populer di kalangan orang tua modern sebagai pendekatan pengasuhan yang menekankan empati, komunikasi, dan penghormatan terhadap anak. Meski kerap dianggap sebagai tren baru, sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa prinsip-prinsip dalam pola asuh ini memiliki dasar kuat dalam ilmu psikologi perkembangan anak.

Secara umum, gentle parenting merupakan pendekatan pengasuhan yang berfokus pada hubungan emosional antara orang tua dan anak, dengan mengedepankan kasih sayang, regulasi emosi, serta komunikasi terbuka. Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal ilmiah PLOS ONE, pendekatan ini diidentifikasi melalui tiga aspek utama, yaitu kemampuan orang tua mengelola emosi, membantu anak memahami emosinya, serta menunjukkan kasih sayang secara konsisten.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa orang tua yang menerapkan gentle parenting cenderung memiliki tingkat kepuasan dalam mengasuh anak yang lebih tinggi. Namun, sebagian di antaranya juga mengalami tekanan atau kelelahan emosional, terutama ketika memiliki ekspektasi tinggi terhadap diri sendiri.

Di Indonesia, konsep ini juga mulai banyak dikaji dalam berbagai jurnal akademik. Penelitian dari Universitas Jambi menyoroti bahwa gentle parenting sejalan dengan prinsip hak asasi manusia, khususnya dalam menjamin hak tumbuh kembang anak. Pendekatan ini menekankan pentingnya komunikasi terbuka, konsistensi, serta kepekaan orang tua terhadap kebutuhan anak sejak dini.

Sementara itu, studi lain dalam jurnal psikologi menunjukkan bahwa penerapan gentle parenting berkontribusi positif terhadap kemampuan anak dalam mengelola emosi. Anak yang diasuh dengan pendekatan ini cenderung tumbuh dalam lingkungan yang aman secara emosional, sehingga lebih mampu mengekspresikan perasaan dan membangun hubungan sosial yang sehat.

Selain itu, penelitian terkait perkembangan anak di era digital menilai bahwa gentle parenting relevan diterapkan untuk menghadapi tantangan modern, seperti penggunaan teknologi dan kecerdasan buatan. Pendekatan ini dinilai mampu membantu anak mengembangkan keterampilan sosial, emosional, dan berpikir kritis secara lebih seimbang.

Meski demikian, para ahli juga mengingatkan bahwa gentle parenting bukan berarti tanpa batasan. Pendekatan ini tetap menekankan pentingnya aturan yang konsisten dan disiplin yang positif, bukan hukuman. Tanpa batas yang jelas, pola asuh ini berisiko disalahartikan sebagai permisif.

Dengan dukungan berbagai penelitian, gentle parenting kini dipandang sebagai salah satu pendekatan pengasuhan yang adaptif di era modern.

Namun, para pakar menegaskan bahwa kunci keberhasilannya terletak pada keseimbangan antara empati dan ketegasan, sehingga anak dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, percaya diri, dan berkarakter kuat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....