Mini Mural Fest Petemasan, Seniman Suarakan Kritik Sosial lewat Dinding Kota
- 13 Apr 2026 09:05 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Seni mural kembali menjadi medium ekspresi yang kuat bagi para seniman untuk menyuarakan pesan hingga kritik sosial di tengah masyarakat. Melalui gambar dan pesan visual yang dituangkan di dinding-dinding, para seniman mural menghadirkan refleksi atas berbagai persoalan mulai dari ketimpangan sosial, lingkungan, hingga kebijakan publik.
Tembok yang sulap menjadi media mural ini ada di Kampung Petemasan Kota Semarang, yang dibalut dalam event Mini Mural Fest selama 27 Maret – 12 April 2026. Perwakilan Hysteria Artlab selaku inisiator kegiatan, Lukman mengatakan, Mini Mural Fest ini melibatkan 25 seniman mural dari berbagai kota di Indonesia.
“Seniman dibebaskan mengekspresikan karyanya pada tembok disepanjang kampung Petemesan. Ini juga melibatkan anak-anak kampung Petemasan,” kata Lukman saat ditemui RRI, Sabtu, 12 April 2026.
Sementara itu, salah satu seniman mural Nurida Akbar mengatakan, karya yang dibuat menggambarkan isu yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya yaitu di Demak. Ia menceritakan isu di Kabupaten Demak, khususnya di Kecamatan Sayung, yaitu banjir rob.
Dalam muralnya, Nurida menggambarkan seorang warga yang sedang memancing dengan kepala berbentuk pot yang terbuat dari besi yang sudah berkarat, dengan 2 ekor bebek di air. “Ini menggambarkan kondisi masyarakat Sayung Demak dipaksa bisa hidup di air dan di darat seperti bebek,” kata mahasiswa seni rupa Universitas Negeri Semarang(Unnes) itu.
Ia menerangkan, proses mural di tembok ini dimulai dari observasi tempat, kemudian membuat sketsa di laptop, lalu dituangkan di tembok menggunakan cat. Menurutnya, yang menjadi tantangan dalam membuat mural di tembok ini adalah permukaan tembok yang tidak rata.
“Media ini tidak full kotak, dalam imajinasi saya seperti pijakan. Ini tantangannya karena ada kotak outdoor AC, kabel-kabel dan permukaan tidak merata dan saat turun hujan mau tidak mau harus berhenti,” jelasnya.
Ke depan, ia masih akan terus mengangkat tema-tema lingkungan dalam karya-karya muralnya. Khususnya, isu lingkungan di tempat tinggalnya, yaitu Kabupaten Demak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....