Belasan Ribu Penumpang Manfaatkan Layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan

  • 13 Apr 2026 06:04 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – PT KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat sebanyak 18.096 penumpang memanfaatkan layanan kereta ekonomi kerakyatan. Kereta ini dioperasikan pertama kali pada hari pertama masa angkutan lebaran atau pada 11 Maret 2026 dan kembali beroperasi pada momentum libur Paskah.

Dalam pelayanannya, kereta ekonomi kerakyatan ini dirangkaikan ke KA 7039 relasi Lempuyangan-Pasarsenen dan KA 7040 relasi Pasarsenen-Lempuyangan. Rinciannya adalah 8.275 penumpang naik dan turun dari KA 7039. Sementara, ada pula 9.822 penumpang naik dan turun dari KA 7040.

Okupansi Kereta Ekonomi Kerakyatan relasi Lempuyangan-Pasarsenen terjadi pada Minggu, 5 April 2026 dengan 491 penumpang. Sementara, relasi Pasarsenen-Lempuyangan paling padat terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 628 orang.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan kereta ekonomi kerakyatan ini memiliki berbagai keunggulan. Diantaranya adalah tarif yang lebih terjangkau, serta fasilitas kursi yang lebih nyaman dan searah dengan arah perjalanan kereta api. Dia menambahkan, kehadiran kereta ekonomi kerakyatan ini diharapkan bisa mengakomodasi peningkatan mobilitas masyarakat.

“Juga untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di lintas selatan–utara Jawa dengan tarif yang relatif terjangkau dan fasilitas yang nyaman,” kata Feni, Minggu, 13 April 2026.

Feni menambahkan, selama satu bulan beroperasi Kereta Ekonomi Kerakyatan menunjukkan performa yang baik dengan tingkat keterisian yang terus meningkat. Menurutnya, ini menunjukkan antusiasme masyarakat yang positif terhadap moda transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau.

Feni menuturkan KAI akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun fasilitas pendukung lainnya untuk memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh pelanggan. Pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang inklusif dan berkelanjutan serta mampu menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah.

“Kereta Ekonomi Kerakyatan ini juga diharapkan dapat mendukung konektivitas antarwilayah dengan dan pertumbuhan ekonomi daerah-daerah yang dilaluinya,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....