Kenaikan Harga Avtur Picu Lonjakan Tiket Pesawat

  • 11 Apr 2026 13:02 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kenaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur menjadi perhatian masyarakat dalam beberapa waktu terakhir ini. Kondisi ini terutama dirasakan oleh masyarakat yang melakukan perjalanan jauh atau kembali ke perantauan usai mudik Lebaran.

Salah satunya warga Klaten, Jawa Tengah, Riskiastri, yang ingin kembali ke perantauan di Palangka Raya. Ia mengeluhkan berkurangnya jadwal penerbangan langsung di beberapa bandara serta harga tiket yang meningkat cukup signifikan.

"Jadi kemarin waktu akan kembali ke Palangka Raya hari minggu saya cukup kesulitan mencari tiket pesawat dengan keberangkatan dari Jogja maupun dari Semarang. Sehingga mau tidak mau berangkat dari Surabaya, itu saja harganya sudah lumayan naik tuh, cukup signifikan kenaikannya," katanya, Jumat, 10 April 2026.

Sementara itu, Executive General Manager Angkasa Pura Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, I Made Darmawan, membenarkan adanya pengurangan jadwal penerbangan dari Jawa ke sejumlah daerah di Kalimantan, termasuk Palangka Raya. Ia menyebutkan bahwa tiket penerbangan hingga 16 April telah habis terjual.

"Memang kenaikan harga avtur ini sudah memiliki dampak yang lumayan terhadap kenaikan harga tiket, tapi hal ini tidak menurunkan animo masyarakat untuk melaksanakan perjalanan dengan pesawat udara. Ini dibuktikan dengan sampai dengan tanggal 16 April ini tiket masuk ke Kalimantan ya pada umumnya masih kosong, semuanya sold out," katanya.

Meski harga tiket mengalami kenaikan yang cukup tinggi, minat masyarakat untuk bepergian menggunakan transportasi udara tetap tinggi. Hal ini terlihat dari tingginya permintaan tiket ke wilayah Kalimantan yang menyebabkan kursi penerbangan cepat habis.

Masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam merencanakan perjalanan, termasuk memantau waktu pembelian tiket untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, pembelian tiket melalui agen perjalanan resmi juga penting untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....