BPBD Waspadai Gelombang Dua Meter di Perairan Pandeglang
- 09 Apr 2026 20:54 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang mengeluarkan peringatan kewaspadaan bagi nelayan dan wisatawan di sepanjang pesisir pantai selatan. Berdasarkan data terkini, ketinggian gelombang di perairan Samudra Hindia dan Selat Sunda bagian barat diprediksi mencapai 1,25 hingga 2 meter dalam beberapa hari ke depan. Peningkatan tinggi gelombang ini dipicu oleh dinamika cuaca pancaroba yang membawa angin kencang di wilayah perairan selatan Banten.
Kepala Seksi Strategi dan Pengendalian Operasi BPBD-PK Pandeglang, Deni Musadat, menyatakan koordinasi dengan BMKG terus dilakukan untuk memantau pergerakan cuaca setiap tiga hari. Meskipun kategori gelombang masih berada pada level sedang, menurutnya risiko bagi perahu nelayan kecil dan aktivitas berenang di pantai meningkat signifikan. Deni menyebut wilayah pesisir seperti Kecamatan Sumur, Cimanggu, Cigeulis, hingga Carita diminta untuk membatasi aktivitas di area yang bersentuhan langsung dengan bibir pantai.
"Gelombang di perairan selatan seperti Samudra Hindia dan Selat Sunda bagian barat saat ini berkisar antara 1,25 hingga 2 meter, masuk kategori sedang. Kami meminta nelayan dan wisatawan di pesisir Sumur hingga Carita untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas di pantai," ujar Deni, Kamis 9 April 2026.
Menurutnya p emerintah daerah telah menyiagakan peralatan evakuasi air dan personel di titik-titik rawan guna mengantisipasi kecelakaan laut. Sarana seperti perahu karet dan pelampung disebutnya sudah dipastikan dalam kondisi siap pakai untuk merespons keadaan darurat di wilayah perairan.
"Kesiapan personel dan peralatan evakuasi sudah kami pastikan dalam posisi ready. Kami terus menyampaikan imbauan melalui grup komunikasi kebencanaan agar masyarakat di daerah rawan tetap waspada terhadap perubahan cuaca tiba-tiba di masa pancaroba ini," katanya.
Ia pun menghimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melaut jika melihat tanda-tanda awan gelap dan angin kencang di cakrawala demi keselamatan jiwa.
BPBD juga menyoroti potensi bencana hidrometeorologi lainnya seperti badai yang bisa terjadi di wilayah pesisir bagian barat Pandeglang.
Kesiapsiagaan tanpa menunggu kejadian kini menjadi prinsip kerja tim BPBD dalam menghadapi dinamika cuaca yang seringkali sulit diprediksi secara tepat. Warga yang tinggal di area rawan dimintanya tetap tenang namun selalu waspada terhadap instruksi yang diberikan oleh petugas di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....