Lebaran sebagai Momentum Penguat Ajaran Islam dan Budaya

  • 09 Apr 2026 14:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Momentum Lebaran merupakan perayaan bahagia bagi umat Islam, setelah selama sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, kemudian dilanjutkan dengan membayar zakat fitrah, dan melaksanakan sholat idul fitri sebagai tanda datangnya hari kemenangan.

Menurut KH Dr Ahmad Zuhdi Muhdlor,SH, MHum dari MUI DIY, ketika menjadi narasumber program Mutiara Pagi di Programa 1 RRI Yogyakarta, Rabu,8 April 2026, mengatakan manusia yang bisa melaksanakan puasa dengan sempurna, dijanjikan Allah akan dibebaskan dari api neraka dan dalam keadaan suci terbebas dari salah seperti bayi baru lahir tanpa dosa.

Hari kemenangan Idulfitri sebagai sarana manusia merasakan kebahagiaan, bisa saling bermaaf-maafan. Manusia tidak bisa terlepas dari salah dan dosa diantara sesama manusia maupun kesalahan kepada Allah SWT.

Dalam momentum setelah Lebaran masih dalam bulan Syawal, banyak sekali kegiatan syawalan atau halal bil halal yang dilakukan dalam masyarakat. Tradisi yang dibarengkan dalam suasana lebaran, disitulah letak dari budaya atau tradisinya, kata Ahmad Zuhdi.

“Makanya momentum lebaran sebagai ajaran Islam itu bisa dikatakan sebagai pertemuan antara ajaran dengan ajaran atau syariat dengan syariat. Bisa juga pertemuan antara syariat dengan budaya atau tradisi,” katanya.

Lebih lanjut Ahmad Zuhdi menjelaskan silaturahmi itu bagian dari syariat atau ajaran Islam. Dalam Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim dikatakan barang siapa memperbanyak silaturahmi akan dipanjangkan umurnya dan dilapangkan rezekinya.

Kebiasaan saat lebaran tiba biasanya sungkeman dengan orang tua dan keluarga untuk memohon maaf, bersalam-salaman antar sesama,saling berkunjung atau bertamu ke tetangga, sanak saudara untuk menjaga dan menjalin silaturahmi.

Nabi Muhammad SAW beliau mengatakan jika ada dua orang muslim bertemu lalu keduanya bersalaman, maka dosanya diampuni sebelum keduanya berpisah. Sama dengan momentum pelaksanaan ajaran agama yang dibarengkan dengan silaturahmi Lebaran .

Letak budayanya bahwa semua momentum silaturahim itu ada dalam pemilihan waktunya saat lebaran Idulfitri tiba. Inilah kebiasaan yang sudah terjadi dalam masyarakat di Indonesia dan sudah membudaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....