ICOP 2026 Digelar di Pekanbaru
- 08 Apr 2026 09:40 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Forum ilmiah berskala internasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari kalangan peneliti, akademisi, industri hingga pembuat kebijakan resmi digelar di Pekanbaru pada 8–10 April 2026.
Kegiatan bertajuk The 3rd Integrated Cattle and Oil Palm (ICOP) Conference 2026 ini menjadi wadah strategis untuk mendorong integrasi sektor perkebunan kelapa sawit dengan peternakan sapi berbasis riset dan inovasi.
Sebagai pembuka rangkaian acara, Pemerintah Provinsi Riau menggelar jamuan makan malam (welcome dinner) bagi para peserta di Balai Pauh Janggi yang berada di kawasan kediaman gubernur, Selasa 7 April 2026.
Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta dari berbagai daerah dan negara.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Riau, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta dalam forum ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Gapensiska serta CENTRAS IPB University yang telah mempercayakan Riau sebagai tuan rumah penyelenggaraan konferensi tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam mendorong ekonomi yang inklusif, mandiri, dan berdaya saing melalui optimalisasi pengelolaan sumber daya.
Syahrial menegaskan bahwa penguatan subsektor perkebunan dan peternakan menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui peningkatan produktivitas lahan dan populasi ternak.
“Integrasi ini diharapkan memberi manfaat ganda, baik dari sisi produksi kelapa sawit maupun peningkatan jumlah ternak, sehingga berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Konferensi ini sendiri merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, di antaranya IPB University, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Wageningen University & Research, Pemerintah Provinsi Riau, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Mengusung tema penguatan sistem integrasi sapi dan kelapa sawit, forum ini menitikberatkan pendekatan agroekologi sebagai langkah menuju pertanian regeneratif. Model integrasi tersebut dinilai semakin penting di tengah tantangan global seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, serta efisiensi pemanfaatan lahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....