Cegah Spekulan Gubernur Khofifah Minta Perketat Pengawasan Elpiji

  • 07 Apr 2026 11:34 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Cegah Spekulan Gubernur Khofifah Minta Perketat Pengawasan Elpiji
  • Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Selasa 7 April 2026 menjelaskan, dibentuk Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian Elpiji tabung 3 kilogram tingkat provinsi

RRI.CO.ID, Surabaya - Penguatan tata kelola distribusi, Pemprov Jatim telah menerbitkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/150/013/2025. Tentang Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian Elpiji 3 Kilogram.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Selasa 7 April 2026 menjelaskan, dibentuk Tim Koordinasi Pelaksanaan Pendistribusian Elpiji tabung 3 kilogram tingkat provinsi. Tim ini memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi Elpiji berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Keputusan Gubernur untuk tahun ini juga sedang dalam proses pembaruan di Biro Hukum dan dikoordinasikan Biro Perekonomian. Tim ini menjadi garda terdepan dalam memastikan distribusi Elpiji berjalan efektif dan akuntabel,” kata Khofifah.

Adapun tugas Tim Koordinasi meliputi pelaksanaan sosialisasi serta koordinasi dengan bupati/walikota dan pihak terkait dalam pendistribusian Elpiji tabung 3 kilogram. Tim juga bertugas melakukan pembinaan dan pengawasan bersama Tim Koordinasi Kabupaten/Kota.

Tidak hanya itu, Tim Koordinasi juga berperan dalam memfasilitasi penyelesaian berbagai permasalahan yang muncul dalam distribusi Elpiji. Serta memastikan kelancaran penyediaan hingga penyaluran Elpiji dari tingkat agen ke konsumen.

“Kami ingin memastikan bahwa distribusi Elpiji 3 kilogram ini tepat sasaran. Karena Elpiji subsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, sehingga harus kita jaga bersama agar tidak disalahgunakan,” ujar Khofifah.

Gubernur Khofifah menegaskan, pengawasan distribusi akan terus diperketat bersama pemangku kepentingan terkait. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, termasuk praktik penimbunan, Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Pemprov Jatim optimistis ketersediaan energi, baik Elpiji maupun BBM, akan tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

“InsyaAllah, dengan sinergi semua pihak dan dukungan masyarakat, ketersediaan energi di Jawa Timur akan tetap aman dan terkendali. Kami mohon masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan bijak dalam menggunakan energi,” ucap Khofifah.

Gubernur Khofifah mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan Elpiji dan BBM, serta tidak melakukan panic buying, penimbunan, maupun tindakan spekulatif lain. Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan distribusi energi di Jawa Timur.

“Kami tegaskan, tidak boleh ada penimbunan, baik Elpiji maupun BBM. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Gunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan, dan mari kita jaga bersama agar distribusi tetap stabil,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....