Kepala Desa Gawan Sesalkan Aksi Sepihak Petani Jono, Bongkar Saluran Irigasi

  • 06 Apr 2026 18:24 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Ketegangan antarwarga terjadi di perbatasan Desa Jono dan Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Minggu 5 April 2026. Aksi bongkar paksa saluran irigasi yang dilakukan warga Jono pada Minggu siang memicu reaksi keras dari Pemerintah Desa (Pemdes) Gawan.

Situasi panas ini menjadi tamparan keras bagi Pemkab Sragen. Kelambanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen dalam merealisasikan janji normalisasi saluran di wilayah tersebut.

Kepala Desa Gawan, Sutrisna, secara terbuka menyayangkan aksi sepihak tersebut. Menurutnya, tindakan warga Jono yang membuka paksa pintu air tidak hanya melanggar etika antarwilayah. Menurutnya ini juga mengabaikan kesepakatan yang telah dibangun bersama Desa Gentan Banaran, Kecamatan Plupuh.

"Kami sangat menyayangkan etika dari pihak Jono. Kalau mau membuka (saluran), setidaknya disampaikan ke kami. Ada aturan mainnya karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak," ujar Sutrisna.

Sutrisna menjelaskan, posisi Desa Gawan secara geografis berada di wilayah hilir. Beban air di wilayahnya sudah sangat berat karena harus menampung kiriman dari hulu sekaligus luapan Sungai Bengawan Solo.

Dalam kesepakatan sebelumnya, diputuskan bahwa pintu air ke arah Gawan baru akan dibuka secara total jika pengerjaan fisik oleh DPU Sragen sudah berjalan. Tujuannya jelas yakni agar air langsung mengalir ke badan sungai lewat saluran yang sudah dinormalisasi, bukan malah luber dan menenggelamkan sawah warga Gawan.

"Sekarang kalau dibuka paksa saat saluran belum siap, airnya masuk ke sawah kami. Masalah ini sangat sensitif karena urusan perut. Kami tidak ingin ada ketegangan antardesa hanya karena masalah ini," kata dia menjelaskan.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan sempat terjadi gesekan di lokasi saluran. Warga Gawan sempat berupaya menutup kembali saluran yang dibongkar, namun warga Jono kembali membukanya.

Bahkan, petani Jono melontarkan ancaman akan melakukan pembongkaran lebih luas jika ada pihak yang berani menutup aliran air tersebut. Aparat keamanan dari Polsek dan Koramil setempat terpaksa turun tangan untuk meredam emosi kedua belah pihak agar tidak pecah menjadi bentrokan terbuka. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....