Harga Pangan Mulai Pulih, Stok di Kalbar Dipastikan Aman

  • 05 Apr 2026 20:46 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Ketersediaan pangan pasca Lebaran 2026 di Kalimantan Barat terpantau dalam kondisi relatif stabil. Hal ini terlihat dari daya beli masyarakat yang mulai pulih setelah sempat mengalami tekanan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah pun terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di pasar.

“Untuk proyeksi ketersiadaan pangan pasca lebaran, kalau kita lihat di pasar, untuk daya beli masyarakat terhadap pangan pokok pasca lebaran 2026 ini terpantau sudah relatif stabil dan berangsur pulih ya harganya,” ujar Sri Suryaningsih, S.Pt., M.Pd, Fungsional Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Rabu, 1 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya memang terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas. “Setelah sempat mengalami tekanan kenaikan harga pada awal sebelum puasa kemudian sebelum Hari Raya Idul Fitri, itu sempat beberapa komoditas mengalami kenaikan yang cukup signifikan.”

Dalam menghadapi kondisi tersebut, pemerintah melakukan intervensi melalui berbagai program. Salah satunya adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) serta pembentukan Satgas SABER yang berperan dalam pengawasan harga dan distribusi pangan di lapangan.

“SABER itu Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan yang dipelopori oleh POLDA Kalbar, dan melibatkan OPD-OPD Pemerintah Provinsi Terkait. Jadi itu dilakukan secara masif bahkan setiap hari. Satgas turun ke beberapa titik yang sudah dijadwalkan kemudian menindak pedagang yang menjual di atas harga yang telah ditentukan.”

Beberapa komoditas yang sempat mengalami kenaikan harga di antaranya daging sapi, daging ayam ras, telur, serta sejumlah produk hortikultura. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Lebaran, termasuk kebutuhan bahan pangan untuk pembuatan kue tradisional. Meski demikian, pada minggu keempat Ramadan harga telur ayam mulai mengalami penurunan setelah sebelumnya meningkat pada minggu ketiga akibat tingginya permintaan, khususnya untuk kebutuhan pembuatan kue lapis menjelang Lebaran.

Dari sisi ketersediaan stok, kondisi pangan di Kalimantan Barat masih dalam kategori aman. “Berbicara masalah stok, kita berada pada posisi aman, dengan rasio ketahanan stok itu daging sapi 45 hari, daging ayam ras 25 hari, telur 12 hari, jadi aman dan ini semua juga termasuk kebutuhan MBG.”

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan tetap tenang karena pasokan pangan masih mencukupi. Pemerintah juga terus melakukan pemantauan dan intervensi untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan distribusi pangan berjalan dengan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....