Lagi, Warga Protes Penanganan Medis di RSUP Leimena

  • 04 Apr 2026 18:04 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Protes warga atas lambannya penanangan medis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Johanes Leimena Ambon kembali terjadi. Kali ini, protes datang dari keluarga AW (2), bocah yang meninggal pada Jumat, 3 April 2026 kemarin.

AW sebelumnya di bawa ke RSUP Ambon untuk menjalani perawatan akibat penumpukan cairan di bagian perut sejak 30 Maret 2026 lalu. Namun, selama di RS, pasien anak itu hanya diberi suntikan penghilang rasa nyeri. Tidak ada penanganan lebih lanjut.

Hingga 3 April 2026, AW dinyatakan meninggal. Tidak puasa, puluhan warga kemudianenggeruduk RSUP yang berlokasi di Wailela Pantai, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon itu.

Mereka geram dengan sistem pelayanan medis yang diberi para petugas. Mereka bahkan mengamuk sambil mengkritik pihak rumah sakit karena terkesan acuh dalam memberikan pelayanan hingga menyebabkan keluaganya yang sedang sakit meninggal dunia.

"Sejak masuk di IGD, anak saya hanya mendapat suntikan penghilang rasa sakit. Tidak ada penanganan lanjut," kata ayah AW, Gani Purbaya Wowotubun (30) di RSUP Leimena

Ia mengaku kecewa karena pelayanan medis di RSUP Ambon sangat jauh dari harapan. “Beta (saya) yakin rumah sakit yang besar ini bisa selamatkan beta punya anak, tapi ternyata tidak bisa,” ujarnya.

Keluarga korban lainnya, Risky Rahakbauw mengaku pihak rumah sakit telah membuat kelalaian karena lamban menangani pasien yang membutuhkan penanganan serius.

“Kami keluarga merasa kecewa atas kematian adik kami, karena pelayanan dan juga petugas dalam penanganan pasien, dikarenakan kelalaian dan terkesan lambat dalam penanganan kepada adik perempuan kami," kata Risky

Aksi protes keluarga pasien tersebut berlangsung dengan mendapat pengawalan pihak pengamanan rumah sakit dan juga aparat kepolisian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....