Seni dan KI Disinergikan, Kemenkum Sulteng Hadir di Memorabilia Seniman
- 03 Apr 2026 21:15 WIB
- Ampana
RRI.CO.ID, Palu - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor seni dan ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual (KI). Komitmen tersebut tercermin melalui kehadiran Bidang Pelayanan KI dalam kegiatan Memorabilia Hasan M Bahasyuan yang digelar dalam bentuk pameran dokumentasi dan arsip di Kafe Raego, Kota Palu, Kamis malam 2 April 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi terhadap perjalanan dan karya seorang seniman Sulawesi Tengah, sekaligus wadah refleksi akan pentingnya pelestarian karya seni sebagai bagian dari kekayaan intelektual daerah. Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Gubernur Sulawesi Tengah ke-11, Rusdi Mastura, serta jajaran pejabat daerah lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, mengemuka sejumlah isu strategis, di antaranya pentingnya pengembangan sektor seni berbasis kearifan lokal, penguatan kolaborasi antara pelaku seni dan musisi, serta perlunya dukungan lintas sektor dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Keikutsertaan Kanwil Kemenkum Sulteng merupakan bagian dari upaya memperkuat peran negara dalam memberikan perlindungan hukum terhadap karya seni dan budaya. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mendorong kesadaran para pelaku seni akan pentingnya pencatatan dan perlindungan kekayaan intelektual atas karya yang dihasilkan.
Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, menegaskan bahwa seni dan budaya merupakan aset intelektual yang memiliki nilai strategis, baik dari sisi budaya maupun ekonomi.
“Karya seni adalah bagian dari kekayaan intelektual yang harus dilindungi dan dikelola secara baik. Melalui perlindungan KI, para seniman tidak hanya mendapatkan pengakuan, tetapi juga peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi dari karya mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya siap mendorong berbagai program yang mendukung penguatan ekosistem seni kreatif, termasuk melalui fasilitasi pendaftaran KI, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.
Sebagai tindak lanjut, Kanwil Kemenkum Sulteng mendorong agar kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi frekuensi maupun skala pelaksanaan. Selain itu, diperlukan perumusan skema ekonomi yang mampu menjamin keberlanjutan sektor seni, sehingga para pelaku seni dapat berkembang secara profesional dan mandiri.
Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat, diharapkan ekosistem seni kreatif di Sulawesi Tengah dapat tumbuh semakin kuat, inovatif, dan berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah berbasis kekayaan intelektual.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....