Seni Teater Bukan Sekadar Panggung, tapi Cermin Peradaban
- 03 Apr 2026 09:55 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Seni teater seringkali dianggap hanya sebagai hiburan panggung semata. Namun, dalam edisi terbaru program "Kita Indonesia" yang tayang pada Jumat, 3 April 2026, perspektif tersebut dipatahkan. Terhubung bersama narasumber Agung Yuni Sasmito, S.Sn, selaku Ketua Kompetensi Keahlian Seni Teater SMAN 12 Surabaya, dialog kali ini mengupas korelasi mendalam antara Kesenian Teater & Peradaban.
Dalam sesi dialog tersebut, Agung menekankan bahwa teater adalah salah satu indikator kemajuan sebuah peradaban. Sejak zaman Yunani Kuno hingga era digital saat ini, teater selalu hadir sebagai media kritik sosial, pelestarian budaya, sekaligus ruang refleksi bagi masyarakat.
"Teater tidak lahir di ruang hampa. Ia adalah anak kandung dari zamannya. Jika kita ingin melihat bagaimana mentalitas dan kegelisahan sebuah bangsa pada masa tertentu, lihatlah naskah-naskah teater yang diproduksi saat itu," kata Agung.
Sebagai pendidik di SMAN 12 Surabaya, satu-satunya SMA negeri di Surabaya yang memiliki kompetensi keahlian seni secara spesifik, Agung menjelaskan bahwa mengajarkan teater kepada siswa bukan hanya soal mencetak aktor.
Empati Tinggi: Siswa dilatih untuk memahami karakter orang lain yang berbeda latar belakang.
Kolaborasi: Panggung teater mustahil berdiri tanpa kerja sama antara aktor, penata cahaya, hingga tim artistik.
Kepercayaan Diri: Melatih kemampuan berbicara di depan publik (public speaking) dan olah tubuh.
Diskusi juga menyentuh tantangan seni pertunjukan di tengah gempuran konten instan di media sosial. Menurut Agung, esensi teater yang mengutamakan "kehadiran fisik" dan "interaksi energi" antara pemain dan penonton adalah kemewahan yang tidak bisa digantikan oleh layar gawai.
"Peradaban yang maju adalah peradaban yang tetap menghargai kemanusiaan. Di teater, kita merayakan kemanusiaan itu secara langsung," katanya.
Program "Kita Indonesia" edisi ini memberikan pesan kuat bahwa dukungan terhadap seni teater adalah investasi bagi karakter bangsa. SMAN 12 Surabaya melalui tangan dingin Agung Yuni Sasmito terus berkomitmen menjaga nyala api kesenian ini agar tetap relevan dan mampu menjadi pilar peradaban di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....