Andi Mangara Soroti Urgensi Adaptasi Konten Lokal di Era Digital
- 02 Apr 2026 12:21 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,MAKASSAR – Peringatan Hari Penyiaran Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum krusial bagi insan media di Sulawesi Selatan untuk merefleksikan peran mereka di tengah disrupsi teknologi. Isu ini dikupas dalam program Lintas Informasi Sulawesi Selatan yang disiarkan oleh PRO1 RRI Makassar pada Kamis 2 April 2026 yang dipandu oleh penyiar Firiyani Rahman ini menghadirkan praktisi penyiaran senior Sulawesi Selatan, Andi Mangara, sebagai narasumber utama.
Dalam dialog tersebut, Andi Mangara menekankan bahwa esensi penyiaran bukan sekadar soal transmisi sinyal, melainkan tentang menjaga marwah informasi yang akurat bagi masyarakat. “Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana media konvensional seperti radio dan televisi tetap menjadi rujukan utama di tengah banjir informasi dari media sosial yang sering kali tidak terverifikasi kebenarannya.”menurut Andi Mangara.
Andi Mangara menyoroti pula bahwa Sulawesi Selatan memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang sangat besar, yang seharusnya menjadi senjata utama dalam memikat hati pemirsa. Ia berpendapat bahwa konten lokal yang dikemas secara modern akan memiliki daya tarik tersendiri dibandingkan konten global yang seragam. Penyiaran lokal harus mampu menjadi cermin bagi masyarakatnya sendiri agar tetap relevan dan dicintai.
"Lembaga penyiaran di daerah, khususnya di Sulawesi Selatan, tidak boleh sama sekali kehilangan identitas. Kita harus berani mengemas kearifan lokal yang ada dengan standar estetika digital masa kini. Kekuatan kita ada pada kedekatan emosional dengan audiens lokal yang tidak dimiliki oleh platform global," ujar Andi Mangara.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa digitalisasi bukanlah ancaman, melainkan jembatan untuk memperluas jangkauan. Andi mengapresiasi langkah RRI yang terus bertransformasi menjadi media multiplatform, sehingga informasi tidak hanya didengar melalui frekuensi radio, tetapi juga bisa diakses melalui aplikasi dan media sosial secara real-time. Adaptasi teknologi ini dianggapnya sebagai kunci keberlangsungan industri penyiaran.
Andi juga mengingatkan para praktisi muda di Sulawesi Selatan untuk tidak hanya fokus pada kecanggihan alat, tetapi juga pada integritas jurnalistik. Ia menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologinya, kepercayaan publik adalah aset paling berharga dalam dunia penyiaran. Konten yang sehat dan mendidik harus tetap menjadi prioritas di atas sekadar mengejar angka rating atau engagement.
Menutup dialog di PRO1 RRI Makassar, Andi Mangara mengajak seluruh elemen penyiaran untuk bersinergi demi memperkuat ekosistem informasi di Sulawesi Selatan. “Dengan momentum Hari Penyiaran Nasional 2026 ini bisa melahirkan inovasi-inovasi baru yang mampu membawa suara dari daerah ke kancah nasional maupun internasional, dengan catatan tanpa meninggalkan akar budaya Bugis-Makassar yang menjadi jati diri,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....