Pakar UGM Sebut Manfaat Merawat Bangunan Bersejarah
- 31 Mar 2026 20:22 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Beberapa kota di Indonesia memiliki bangunan pusaka atau bersejarah peninggalan kolonial Belanda. Di wilayah Yogyakarta ada Tugu Pal Putih, Benteng Vredeburg, Panggung Krapyak termasuk Gedung Pusat UGM.
Keindahan bangunan pusaka kota tidak lepas dari peran para arsitektur melalui garapan desain. Yang andilnya tetap diperingati setiap 18 Maret menjadi Hari Arsitektur Indonesia.
Bangunan heritage atau pusaka tersebut tetap dipertahankan dalam rangka menjaga nilai sejarahnya. Termasuk segi estetika, hingga keindahan desainnya yang unik di masa lalu.
Bangunan ini merupakan karya para arsitek yang senantiasa membawa makna pada setiap inovasi yang mereka buat. Dari bangunan hingga situs monumental di tiap ikon perkotaan.
Guru Besar Ilmu Perencanaan Kota Fakultas Teknik UGM, Profesor Bakti Setiawan menekankan, pelestarian bangunan bersejarah memiliki berbagai tujuan penting. Salah satunya mendokumentasikan sejarah sejalan dengan perkembangan kota.
”Supaya tercatat karena bangunan adalah satu bagian dari saksi-saksi dokumentasi sejarah perkembangan kota dan kondisi masyarakatnya saat itu,” katanya, Selasa, 31 Maret 2026.
Menurutnya, pelestarian bangunan pusaka dan situs monumental tidak berhenti pada aspek dokumentasi semata. Sebab, bangunan cagar budaya juga berperan dalam membentuk identitas kota sebagai bentuk jati diri mereka.
”Sama halnya dengan membangun narasi mengenai karakteristik masing-masing kota untuk menjadi daya tarik pihak luar,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....