Tim SAR Perluas Radius Pencarian Nelayan Hilang di Muara Opak

  • 31 Mar 2026 12:37 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul - Upaya pencarian terhadap Y (30), seorang nelayan yang hilang di Muara Opak, Trihargo, Kretek, Bantul masih terus dilakukan. Pada hari keempat operasi, tim SAR gabungan memperluas area pencarian.

Humas BASARNAS Yogyakarta, Pipit Eriyanto menyatakan, proses pencarian dilakukan dengan membagi tim SAR gabungan menjadi empat regu. Ia menjelaskan, Tim SRU 1 melakukan penyisiran dengan menggunakan perahu karet sejauh satu kilometer dari lokasi terakhir korban diketahui.

“Tim SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu karet menuju ke arah utara dan barat sejauh satu kilometer,” ucapnya, Selasa, 31 Maret 2026.

Selanjutnya, tim SRU 2 melakukan penyisiran darat ke arah barat dan timur sejauh 750 meter. Pemantauan juga dilakukan di beberapa titik pantai.

“Untuk tim SRU 3 melakukan penyisiran darat dari Pantai Samas menuju ke arah Muara Sungai Opak sejauh 500 meter dan dari Pantai Samas menuju ke arah barat dengan jarak yang sama,” katanya.

Sementara tim SRU 4 penyisiran udara menggunakan drone thermal. Pencarian dilakukan di sekitar lokasi hingga Pantai Samas dengan radius 750 meter.

Diberitakan sebelumnya, Seorang nelayan dilaporkan hilang di muara Sungai Opak, Tirtohargo, Kretek, Bantul pada Sabtu, 28 Maret 2026. Hingga sore hari, upaya pencarian intensif terhadap korban masih terus dilakukan.

Humas BASARNAS Yogyakarta, Pipit Eriyanto menyatakan, identitas korban yakni Y (30) yang merupakan warga Muneng, Tirtohargo. Sebelum dilaporkan hilang, korban sempat pamit untuk menjaring ikan.

“Sekitar pukul 02.00 WIB, korban pamit kepada keluarga untuk menjaring ikan di muara Sungai Opak,” ucapnya.

Namun hingga pukul 12.00 WIB, korban tak kunjung pulang ke rumah. Karena khawatir, pihak keluarga mencoba mencari keberadaan Yunanto di sekitar mangrove.

“Pencarian itu pun membuahkan hasil saat motor korban ditemukan dalam kondisi kunci setang yang masih menempel. Namun, korban tak ditemukan di sekitar lokasi,” katanya.

Selain itu, seorang saksi yakni Diman Gondrong (56), warga Potorono, Banguntapan, menemukan getek atau rakit kayu milik korban saat sedang mencari sampah sekitar pukul 05.00 WIB. Saat ditemukan, getek tersebut dalam keadaan terbalik dan rusak.

“Saksi lalu mengevakuasi getek tersebut ke tepian. Temuan ini memperkuat dugaan jika korban mengalami kecelakaan air dan tenggelam,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....