Sudahkah Puasa Membentuk Takwa?
- 31 Mar 2026 10:22 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana ditegaskan dalam Surah Adz-Dzariyat ayat 56. Sejalan dengan itu, ibadah puasa Ramadan juga memiliki tujuan membentuk pribadi yang lebih baik dan bertakwa, sesuai firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183.
Hal tersebut disampaikan Dai Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) Surabaya, Mawahib Al Masyhady dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Surabaya, Selasa, 31 Maret 2026. Menurut Mawahib, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi menjadi proses pembinaan diri agar lebih dekat kepada Allah SWT dan lebih baik dalam bersikap sehari-hari.
“Yang perlu kita renungkan, apakah puasa yang kita jalankan sudah sampai pada tujuannya. Jangan hanya menahan lapar dan haus, tetapi harus terlihat dari perubahan sikap kita setelah Ramadan,” kata Mawahib.
Ia menjelaskan, keberhasilan puasa dapat dilihat dari perubahan nyata dalam kehidupan. Setidaknya ada tiga ciri utama yang menunjukkan puasa mulai mengarah pada tujuan takwa. Pertama, lebih ringan menginfakkan harta, baik dalam kondisi lapang maupun sempit, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Kedua, mampu menahan amarah, sehingga tidak mudah terpancing emosi dalam menghadapi persoalan sehari-hari. Hal ini juga sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa orang kuat adalah yang mampu mengendalikan diri saat marah. Ketiga, mudah memaafkan kesalahan orang lain, yang menunjukkan hati lebih bersih dan hubungan sosial yang semakin baik.
“Kalau setelah Ramadan kita lebih ringan bersedekah, lebih mampu menahan emosi, dan mudah memaafkan, itu menjadi tanda puasa kita membawa perubahan menuju pribadi yang bertakwa,” ujarnya.
Ia menambahkan, tiga ciri tersebut sejalan dengan nilai dalam Surah Ali Imran ayat 134 tentang sifat orang bertakwa, yaitu berinfak dalam keadaan lapang maupun sempit, menahan amarah, dan memaafkan sesama. Selain itu, Mawahib menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah setelah Ramadan, seperti salat, membaca Al-Qur’an, dan kepedulian sosial, agar nilai puasa tidak hilang begitu saja.
“Ramadan adalah latihan. Tantangannya adalah bagaimana nilai-nilai itu tetap kita jaga setelah bulan suci berakhir,” ucapnya.
Dengan demikian, puasa tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi sarana pembentukan karakter muslim yang lebih baik, lebih dekat kepada Allah SWT, dan lebih bermanfaat bagi sesama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....