Perkuat Ukhuwah, Anggota DPRD Jatim Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Guru
- 30 Mar 2026 19:38 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Peningkatan Kesejahteraan Guru
RRI.CO.ID, Kediri - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, M Hadi Setiawan berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan kalangan guru.
Pernyataan itu disampaikan M Hadi Setiawan saat menghadiri agenda Sosialiasi bertajuk 'Memperkuat Ukhuwah dan Saling Memaafkan di Momentum Hari yang Fitri' di Gedung DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, Senin, 30 Maret 2026.
Menurut pria yang akrab disapa Cak Hadi, pada kesempatan ini pihaknya mengumpulkan sejumlah guru TK dan pengajar RA untuk bisa menyerap aspirasi terkait apa yang dibutuhkan oleh para tenaga pendidikan.
"Pada acara kali ini, kami ingin mendengarkan keluhan dan apa yang dibutuhkan oleh para guru TK dan Ra guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Kediri. Setelah kami berdiskusi dengan mereka beberapa diantara para guru ada yang menginginkan mendirikan perpustakaan kecil di sekolahnya, hingga meningkatkan sarana prasarana lainnya," kata Cak Hadi.
Sementara itu, Sumiatin Hasanah, Perwakilan Tenaga Pendidik dari Omah Simulasi PKBM Krisna, di Desa Gedangsewu, Kabupaten Kediri, mengatakan, hingga sekarang sejumlah anak didik berkebutuhan khusus yang diasuhnya memerlukan Meja Terapi, dan berbagai alat permainan edukatif (APE). Sebab selama ini pihaknya dan beberapa guru lain hanya bisa membuat dari bahan seadanya.
"Padahal kalau mendidik anak berkebutuhan khusus pakai APE yang harus dari bahan kuat, sedangkan yang kami buat dari bahan kardus, dalam seminggu sudah rusak," kata Sumiatin.
Di sela acara ini, Sumiatin juga bercerita terkait tantangan dalam mengajar anak didik yang berada di jenjang TK, SD, SMP, dan SMA di Sekolah Inklusi tersebut.
Ia mencontohkan, seperti betapa sulitnya memberikan pelajaran angka 1 yang harus dihafal oleh anak-anak, atau bagaimana mereka harus bisa mengenakan pakaian secara mandiri.
"Apalagi di sekolah kami ini, ada beragam jenis anak berkebutuhan khusus. Mulai dari down sindrom, RM, hingga anak yang IQ nya di bawah 80," katanya.
Dengan adanya acara diskusi bersama Wakil rakyat itu, Sumiatin berharap, segala permasalahan yang dialami bisa mendapatkan solusi. Bahkan termasuk mengupayakan peningkatan kesejahteraan para pendidik. Terlebih sampai sekarang, honor yang diperoleh dari profesi guru berkebutuhan khusus bersumber melalui bantuan SPP yang dibayarkan Wali Murid. Apalagi juga ada beberapa anak yang biaya pendidikannya gratis.
Di tempat sama, hadir Ketua PWI Kediri Raya, Bambang Iswahyoedhi, yang turut menjadi pembicara pada acara tersebut.
Bambang memberikan pandangannya mengenai tantangan profesi guru dan media saat ini. Menurutnya, masalah kesejahteraan dan uji kompetensi masih menjadi isu krusial yang harus segera dicarikan solusi melalui kebijakan politik.
"Media dan guru harus bersinergi. Media berfungsi sebagai pengontrol pembangunan, sementara guru membentuk karakter. Kami berharap melalui kebijakan Pak Hadi, aspirasi mengenai kesejahteraan dan status P3K bisa terealisasi," kata Bambang.
Ia juga menyoroti isu literasi digital dan kebijakan pembatasan media sosial bagi anak di bawah usia 16-18 tahun. Ia menekankan bahwa peran kontrol ada pada tiga pilar: orang tua di rumah, guru di sekolah, dan pemerintah/legislatif melalui regulasi.
"Jangan sampai anak diberi gawai hanya agar mereka diam. Literasi digital harus dimulai dari komunikasi yang intens antara sekolah dan rumah," tambahnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....