Ratusan Umat Muslim di Kediri Ikuti Salat Idulfitri 1447 H
- 21 Mar 2026 15:38 WIB
- Kediri
Poin Utama
- Salat Idulfitri
- Tradisi Lebaran
RRI.CO.ID, Kediri - Ratusan umat muslim di Desa Blimbing, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri mengikuti Salat Idulfitri secara khusyuk, pada Sabtu, 21 Maret 2026, yang berlangsung di Masjid Al-Huda. Sejumlah jamaah terlihat telah mendatangi lokasi sejak pagi hari demi mendapatkan shaf salat paling depan.
Hal ini dilakukan, guna memperoleh pahala dari Allah SWT, dan bisa mendengarkan khutbah dari Sang Khotib secara jelas.
Khotib Salat Ied Idulfitri 1447 H di Masjid Al-Huda, Desa Blimbing, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Imam Nawawi mengatakan, pihaknya sangat bersyukur saat ini antusias umat muslim di Kediri dalam menyemarakkan suasana Hari Pertama Lebaran, terpantau sangat besar.
"Kegiatan ibadah salat Ied tersebut merupakan bagian dari wujud meningkatkan silaturahmi antar sesama umat khususnya pada momentum 1 syawal 1447 hijriah yang jatuh pada hari Sabtu, 21 maret 2026," kata Imam Nawawi.
Menurutnya, pelaksanaan salat Ied di tempat ibadah tersebut didasari, oleh keputusan pemerintah yang menentukan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriyah jatuh pada Sabtu. "Alhamdulillah, seluruh rangkaian salat Ied hari ini terlaksana dengan baik dan lancar. Semua jamaah mengikuti tiap tahapan secara khidmat, dan tadi kita sama-sama berdoa demi kedamaian umat beragama," kata Imam Nawawi.
Dalam pelaksanaan salat Ied di Masjid Al-huda di Desa Blimbing, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri dihadiri oleh segenap jamaah yang berasal dari desa setempat maupun pemudik yang sebelumnya sudah sampai di lokasi untuk melakukan silaturahmi kepada keluarga maupun kerabat dekatnya. Umumnya mereka berasal dari Surabaya, Sidoarjo, hingga Jakarta.
Pada kesempatan ini, usai ibadah Salat Idulfitri selesai, mereka juga saling bersalaman, sebagai wujud permohonan maaf satu sama lain. Bahkan sesuai tradisi masyarakat setempat, prosesi silaturahmi ini berlanjut dengan keliling kampung.
Sementara itu, sebelumnya Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah di kawasan Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, meminta, adanya perbedaan penentuan 1 Syawal 1447 H tahun ini, tidak menjadi dasar, untuk memunculkan perpecahan. "Kami sudah sejak lama mengikuti arahan pendahulu, baik terkait penentuan 1 Syawal yang didasari metode penghitungan hisab, maupun arahan lainnya. Mari kita menjadikan perbedaan ini sebagai modal untuk memperkuat ukhuwah islamiyah diantara sesama umat," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....