Kapolri Ingin Pertahankan Kepuasan Masyarakat Soal Pelayanan Arus Mudik
- 16 Mar 2026 19:49 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Kapolri
- Arus mudik
- GT Kalikangkung
RRI.CO.ID, Semarang – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Hal itu disampaikan Kapolri saat meninjau kesiapan pengamanan di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, Senin 16 Maret 2026.
Menurutnya, kualitas pelayanan mudik harus terus dijaga karena tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan mudik tahun sebelumnya sangat tinggi. Berdasarkan survei Litbang Kompas, tingkat kepuasan publik pada mudik Lebaran 2025 mencapai lebih dari 90 persen.
“Ini menjadi catatan bagi kita semua untuk mempertahankan. Bahkan meningkatkan tingkat kepuasan masyarakat tersebut,” ujar Sigit.
Kapolri menegaskan, pelayanan kepada pemudik harus dilakukan secara optimal, terutama dalam pengelolaan arus lalu lintas di jalur tol maupun arteri. Rekayasa lalu lintas harus diterapkan secara cepat dan tepat ketika terjadi kepadatan.
Selain itu, Polri juga memprioritaskan penurunan angka kecelakaan selama masa mudik dan arus balik. Pada mudik 2025, angka kecelakaan berhasil ditekan dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga upaya pencegahan harus terus diperkuat.
"Juga pentingnya respons cepat terhadap berbagai potensi hambatan di jalan, seperti kendaraan rusak, kecelakaan, maupun kendaraan yang kehabisan bahan bakar. Respons cepat sangat penting agar jalur yang sempat terhambat bisa segera kembali lancar,” kata Kapolri.
Selain pengaturan lalu lintas, Kapolri meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan pelayanan yang humanis kepada masyarakat. "Petugas di lapangan diharapkan aktif membantu pemudik serta memastikan kesiapan fasilitas seperti rest area, pos pelayanan, hingga bantuan bagi pemudik yang kelelahan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho memaparkan strategi pengamanan lalu lintas dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Menurut Agus, terdapat dua aspek utama yang menjadi fokus pengamanan selama mudik Lebaran. Yakni Harkamtibmasatau pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta Kamseltibcarlantas yang mencakup keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Pengamanan Operasi Ketupat 2026 dibagi dalam lima klaster. Pertama, pengamanan jalan tol beserta dinamika lalu lintasnya, pengamanan jalan arteri atau jalan nasional termasuk jalur alternatif.
"Ketiga, pengamanan simpul transportasi seperti pelabuhan penyeberangan, bandara, stasiun, dan terminal, keempat mencakup tempat ibadah, termasuk masjid, lokasi salat Id, dan kegiatan malam takbiran. Sedangkan klaster terakhir adalah kawasan wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran," tambahnya.
Secara teknis, Polri juga menyiapkan sejumlah perubahan pola rekayasa lalu lintas. Kebijakan work from anywhere (WFA) serta pembatasan kendaraan sumbu tiga melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) dinilai cukup efektif mengatur arus kendaraan sehingga hingga saat ini belum diperlukan penerapan contraflow.
"Berdasarkan hasil koordinasi dengan operator jalan tol dan Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Namun lonjakan kendaraan juga berpotensi terjadi pada 17 Maret," kata Agus.
Kemudian, jika kepadatan meningkat, Polri akan menerapkan one way tahap pertama dari KM 70 hingga KM 236. Skema ini diperluas dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sampai KM 188, karena titik tersebut kerap menjadi lokasi perlambatan kendaraan.
"Apabila kepadatan masih terjadi, penerapan one way dapat diperpanjang hingga Batang atau KM 414 untuk mencegah hambatan arus kendaraan dari arah barat maupun timur. Selain itu, kepolisian daerah juga dipersilakan menerapkan one way lokal jika terjadi kepadatan di kawasan aglomerasi seperti Semarang Raya dan Solo Raya," pungkas Kakorlantas dalam paparannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....