Gubernur Dijadwalkan Hadiri Perayaan Cap Go Meh di Manyaran
- 15 Mar 2026 07:45 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dijadwalkan menghadiri perayaan Cap Go Meh tingkat provinsi yang akan digelar di kawasan Manyaran, Kota Semarang pada 15 Maret 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gema Sadhana Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya merawat kerukunan budaya.
Rencana kegiatan itu disampaikan Ketua DPD Gema Sadhana Jawa Tengah, Hocking Susanto, saat melakukan audiensi dengan Gubernur Ahmad Luthfi di Kota Semarang pada Jumat, 13 Maret 2026. Dalam pertemuan tersebut, panitia juga menyampaikan konsep perayaan yang menekankan kebersamaan lintas komunitas.
Hocking menjelaskan, perayaan Cap Go Meh dirancang menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi simbol persatuan sekaligus harmoni antarbudaya di Jawa Tengah.
“Kami mengundang seluruh pengurus kelenteng dan vihara Tri Dharma se-Jawa Tengah, serta paguyuban suku marga Tionghoa di Jawa Tengah. Harapannya, acara ini menjadi simbol persatuan dan harmoni Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut mengusung semangat harmoni kebudayaan Nusantara. Selain mempererat hubungan antar komunitas, acara ini juga menjadi sarana memperkuat toleransi antarumat beragama.
Gema Sadhana berharap kehadiran Gubernur Jawa Tengah dapat memberikan dukungan moral bagi pelaksanaan kegiatan tersebut. Apalagi, perayaan Cap Go Meh tingkat provinsi ini menjadi yang pertama kali digelar oleh organisasi tersebut.
Menanggapi undangan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam acara tersebut. Ia juga menanyakan bentuk dukungan yang dapat diberikan pemerintah daerah untuk menyukseskan kegiatan itu.
“Oke, saya datang. Apalagi yang perlu kita dukung?” kata Luthfi. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kebudayaan yang memperkuat persatuan masyarakat.
Dalam audiensi tersebut, Gema Sadhana juga menyampaikan potensi budaya yang dapat dikembangkan di Jawa Tengah. Salah satunya keberadaan kelenteng bersejarah di Welahan, Kabupaten Jepara.
Kelenteng tersebut diperkirakan telah berdiri sekitar 400 tahun dan dikenal sebagai tempat pengobatan tradisional. Berdasarkan cerita masyarakat, RA Kartini sempat sembuh dari sakit setelah menjalani pengobatan di kelenteng tersebut saat masih kecil.
Mendengar aspirasi itu, Gubernur Luthfi meminta agar potensi tersebut segera diusulkan sebagai cagar budaya. Ia meminta Gema Sadhana menyampaikan hal itu kepada Bupati Jepara agar proses pengusulan dapat segera dilakukan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, Hanung Triyono, menyatakan pemerintah provinsi mendukung penuh kegiatan budaya lintas komunitas. Menurutnya, kegiatan seperti Cap Go Meh dapat menjadi sarana memperkuat keberagaman budaya di Jawa Tengah.
Hanung menilai keberadaan berbagai perkumpulan aliran kepercayaan juga merupakan bagian dari kekayaan budaya daerah. Oleh karena itu, kegiatan kebudayaan yang melibatkan banyak komunitas perlu terus didorong dan dilestarikan.
“Kita kan ada perkumpulan aliran kepercayaan. Ke depan akan kami optimalkan dari sisi kebudayaan. Kalau bisa berkelanjutan, kegiatan seperti ini dapat dimasukkan dalam agenda tahunan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....