HUT ke-271 DIY, Ini 7 Pekerjaan Rumah Pemda DIY Versi Eko Suwanto
- 14 Mar 2026 08:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan selamat ulang tahun ke-271 tahun. Di momentum perayaan ulang tahun Daerah Istimewa Yogyakarta ada harapan seluruh masyarakat DIY bisa lebih bahagia.
Eko Suwanto mengatakan, ada refleksi penting berkaitan beberapa hal yang wajib dituntaskan pemerintah daerah yaitu urusan mitigasi bencana, problem kemiskinan, angka gini ratio, masalah pengangguran, alih fungsi lahan, masalah keterbatasan fiskal dengan kebijakan pemotongan anggaran oleh pemerintah.
"Kita di DIY ini menikmati keindahan pantai di pesisir selatan dan Merapi di utara, ini anugerah. Bagaimana memastikan mitigasi bencana hadapi potensi megathrust gempa juga tsunami di sesar yang dimiliki. Di Merapi, kondisi siaga Tiga hadapi ancaman luncuran awan panas dan ancaman bencana hidrometeorologi, bagaimana membuat masyarakat tangguh bencana ini yang penting," katanya, Jumat, 13 Maret 2026.
Eko Suwanto menambahkan, pekerjaan rumah berikutnya yang menjadi tantangan ialah kondisi kualitas udara dan air di perkotaan Yogyakarta yang buruk. Termasuk urusan sampah harus lebih serius terkelola yaitu memastikan sudah terpilah sejak dari sumbernya yaitu dapur rumah tangga.
"Ada alih fungsi lahan per tahun mencapai 200 hektar/tahun ke non pertanian. Ilustrasi saja di Yogyakarta kini hanya tersisa 34 hektare lahan pertanian dari 3.281 hektar luas wilayah kota," ucapnya.
Lulusan Magister Ekonomi Pembangunan UGM ini mengungkapkan, dari data pembangunan DIY, masih ada 10,23 persen angka kemiskinan dan kesenjangan atau gini ratio dan pengangguran. Faktual, beberapa waktu lalu, Eko Suwanto, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY ketemu dengan warga DIY, mereka yang hidupnya memperihatinkan.
Pemda DIY dan DPRD DIY punya komitmen untuk tuntaskan program pembangunan atasi kemiskinan, juga tekad menurunkan angka gini ratio, dan mengatasi pengangguran dengan langkah buka lapangan pekerjaan. Masalahnya, ada di dukungan anggaran yang dipangkas pemerintah pusat.
"Bagaimana seluruh program pembangunan berjalan baik? Di saat yang sama datang tsunami fiskal dari Jakarta. Alokasi dana keistimewaan turun Rp581 miliar dari sebelumnya Rp1,581 T,. Secara keseluruhan APBD DIY tahun 2026 turun senilai Rp753 miliar," ujarnya.
Mengantisipasi kondisi yang ada, Eko Suwanto menegaskan, telah mendorong pemda DIY untuk memaksimalkan potensi tanggung jawab sosial perusahaan atau dana CSR. Bagaimana menghadapi penanganan bencana hidrometeorologi anggaran hanya 53 juta? Pemda pakai BTT, dengan menggeser alokasi anggaran.
"Ada contoh bagus, Walikota Hasto Wardoyo, Walikota Yogyakarta yang lakukan bedah rumah sekitar 3 rumah per minggu gunakan skema dana CSR dan Baznas. Kita juga dorong pemda DIY optimasi aset guna menutup pengurangan anggaran dana desa yang berkurang sampai 74 persen. Ini judulnya sudah jatuh ketimpa tangga," katanya, menambahkan.
Secara khusus, di tengah-tengah kesulitan dan tekanan global akibat kondisi perekonomian dan melemahnya kemampuan fiskal daerah, DIY dengan semangat dan potensi yang dimiliki dengan momentum hari jadi ke-271 DIY ada optimis untuk bisa menjalankan dan tuntaskan tujuh pekerjaan rumah yang ada.
"Lahir dari optimistisme, maka tidak ada kata lain yaitu komitmen membantu rakyat kita dukung sepenuhnya pemda dalam alokasi tuntaskan pekerjaan rumah. Apresiasi juga, dengan adanya kebijakan pajak PBB tidak naik dan penghapusan denda lima tahun terakhir, ini bermanfaat bagi rakyat. Selain ini, kita juga mendorong APBD DIY lebih banyak dialokasikan untuk Kelurahan dan Kalurahan, selain BKK ke Kabupaten dan Kota. Tahun 2026, kita alokasikan 120 juta per kelurahan dan kelurahan se DIY," ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....