PKH Ciawi Dorong Penerima Bansos Berdaya dan Mandiri
- 13 Mar 2026 13:58 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Program bantuan sosial di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, terus berjalan dengan pengawasan dan pembaruan data secara berkala. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, program ini juga diarahkan untuk mendorong kemandirian para penerima manfaat.
Dalam Bogor Pagi ini edisi Rabu, 11 Maret 2026, Ketua Tim PKH Kecamatan Ciawi, Cepi Setiawan mengatakan data penerima bantuan sosial bersifat dinamis karena terus diperbarui mengikuti kondisi masyarakat di lapangan. Pemutakhiran dilakukan secara berkala agar program bantuan tetap tepat sasaran.
“Data penerima bantuan sosial itu sifatnya dinamis karena selalu ada pemutakhiran. Kami terus menyesuaikan dengan kondisi masyarakat di lapangan agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujar Cepi Setiawan.
Ia menjelaskan, petugas PKH secara rutin melakukan monitoring di desa-desa yang berada di wilayah Kecamatan Ciawi. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyaluran bantuan berjalan sesuai prosedur dan penerima memahami mekanisme program.
“Petugas melakukan monitoring ke desa-desa dan alhamdulillah pelaksanaannya sudah sesuai dengan SOP. Masyarakat juga sudah diedukasi melalui berbagai pertemuan sehingga mereka memahami cara memanfaatkan bantuan yang diterima,” katanya.
Menurut Cepi, salah satu fokus utama program bantuan sosial saat ini adalah mendorong penerima manfaat untuk berdaya dan mandiri. Hal ini dilakukan melalui program graduasi mandiri bagi keluarga penerima manfaat.
“Jargon dari Kementerian Sosial adalah bansos tidak selamanya. Bansos itu bersifat sementara, tetapi berdaya selamanya. Karena itu kami terus mendorong masyarakat untuk bisa mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan,” ucapnya.
Dalam pelaksanaannya, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, salah satunya terkait persepsi masyarakat terhadap program bantuan sosial. Hal tersebut seringkali memunculkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
“Kadang ada masyarakat yang merasa lebih membutuhkan tetapi belum menerima bantuan. Ini biasanya karena mereka belum memahami bahwa bansos memiliki indikator dan kriteria tertentu,” jelasnya.
Cepi menambahkan pihaknya terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami mekanisme penyaluran bantuan sosial. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman mengenai program tersebut.
“Kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar mereka memahami bahwa bantuan sosial memiliki kriteria tertentu. Jika memang memenuhi syarat, masyarakat juga bisa mengusulkan melalui perangkat desa,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat yang ingin mengusulkan bantuan sosial untuk memanfaatkan kanal resmi dari Kementerian Sosial. Usulan dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos atau melalui pemerintah desa setempat.
“Bagi masyarakat yang ingin mengusulkan bantuan sosial bisa melalui perangkat desa atau melalui aplikasi Cek Bansos dari Kementerian Sosial. Data tersebut nantinya akan diverifikasi sesuai dengan kriteria yang berlaku,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....