Cegah Bannir, BPBD Banten Kampanyekan Program Bubur Sumsum

  • 10 Mar 2026 16:44 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Banten - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menggalakkan gerakan membersihkan saluran air dan selokan sebagai upaya pencegahan banjir di wilayah Banten selama musim penghujan. Kepala BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin mengatakan, pihaknya menginisiasi kegiatan bertajuk “Bubur Sumsum” atau Ngabuburit Membersihkan Sumbatan dan Selokan Umum yang dilakukan bersama masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam dialog Tanggap Bencana bersama RRI Banten, Selasa, 10 Maret 2026.

Program tersebut dilakukan di sejumlah titik di Kota Serang yang dinilai memiliki potensi penyumbatan saluran air akibat sampah dan sedimentasi tanah. Menurut Lutfi, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membersihkan saluran air, tetapi juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut telah dilaksanakan di beberapa lokasi seperti Pasar Rau, Jalan Ayip Usman hingga kawasan Roya Lama yang selama ini mengalami permasalahan sampah di saluran air. “Program Bubur Sumsum ini kami lakukan untuk mengajak masyarakat peduli terhadap sampah dan lingkungan. Ketika sampah menumpuk di selokan, air hujan tidak dapat mengalir dengan baik sehingga memicu banjir,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas bahkan menemukan berbagai benda tidak semestinya di dalam saluran air, mulai dari ember hingga tabung gas melon yang menyumbat aliran air.

Lebih lanjut Lutfi mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke saluran air. Ia menegaskan, penanganan banjir tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

“Kalau semua masyarakat memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, maka jalur air akan berfungsi dengan baik dan risiko banjir bisa dikurangi,” katanya.

BPBD Banten berharap gerakan tersebut dapat menjadi budaya baru di masyarakat sehingga upaya pencegahan banjir dapat dilakukan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....