Cek lagi Tragedi Bantargebang Jadi Pengingat Pengelolaan TPA Galuga
- 09 Mar 2026 12:14 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Peristiwa meninggalnya seorang pemulung di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, menjadi perhatian berbagai pihak. Kejadian tersebut turut memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan para pemulung yang beraktivitas di tempat pembuangan sampah, termasuk di TPA Galuga Bogor.
Insiden di TPST Bantargebang disebut terjadi saat aktivitas pemilahan sampah yang dilakukan para pemulung di area pembuangan. Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya sistem keamanan serta pengelolaan area pembuangan sampah yang lebih tertata.
TPA Galuga yang melayani pembuangan sampah dari Kota dan Kabupaten Bogor juga memiliki aktivitas pemulung yang cukup tinggi setiap harinya. Mereka menggantungkan hidup dari pemilahan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Deni Wismanto mengatakan, pihaknya terus memperhatikan aspek keselamatan di kawasan TPA Galuga. Menurutnya, pengelolaan area pembuangan sampah harus memperhatikan keamanan para pekerja di lapangan.
“Kami terus melakukan pengawasan dan koordinasi dengan pengelola TPA Galuga agar aktivitas di lokasi tetap memperhatikan faktor keselamatan, termasuk bagi para pemulung yang mencari nafkah di sana,” ujar Deni, Senin, 9 Maret 2026.
Ia menambahkan, bahwa penguatan sistem pengelolaan sampah menjadi salah satu langkah penting untuk meminimalkan risiko di lokasi pembuangan akhir. Selain itu, peningkatan fasilitas dan pengaturan aktivitas di kawasan TPA juga terus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ke depan, pengelolaan TPA di berbagai daerah, termasuk Galuga, diharapkan tidak hanya berfokus pada pembuangan sampah semata. Aspek keselamatan manusia dan keberlanjutan lingkungan perlu menjadi prioritas dalam pengelolaan sampah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....