Optimalisasi Pompa Dikebut, Wagub Emil Sidak Penanganan Banjir Lamongan
- 07 Mar 2026 16:16 WIB
- Tuban
RRI.CO.ID, Lamongan - Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengoptimalkan pengoperasian pompa pembuangan air guna mempercepat penanganan banjir di wilayah Lamongan. Upaya tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat melakukan inspeksi mendadak di Pintu Air Kuro, Sabtu 7 Maret 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Wagub Emil memastikan pompa air saat ini telah dioperasikan secara maksimal untuk mempercepat pembuangan genangan. Ia menjelaskan bahwa pompa permanen di lokasi telah diaktifkan hingga pukul 22.00 WIB, sementara pompa mobile beroperasi hingga pukul 24.00 WIB.
“Sempat ada keresahan warga karena bunyi pompa cukup keras. Namun setelah dijelaskan bahwa ini untuk mempercepat penanganan banjir, warga justru bisa memaklumi bahkan ikhlas karena tujuannya menolong sesama,” ujar Emil.
Selain memastikan operasional pompa, Emil juga meninjau rencana jangka panjang penanganan banjir yang telah disusun oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui pembangunan jalur pembuangan air langsung ke laut atau floodway.
Menurut Emil, jalur tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 640 meter kubik per detik dan berpotensi ditingkatkan hingga 1.000 meter kubik per detik melalui optimalisasi sistem.
Namun demikian, kondisi saat ini menunjukkan kapasitas pembuangan air baru mencapai sekitar 400 meter kubik per detik sehingga diperlukan koordinasi lebih lanjut dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk meningkatkan kapasitas tersebut. Ia merinci, saat ini di kawasan Kuro telah tersedia sejumlah pompa dari berbagai pihak.
Tiga pompa permanen milik Pemprov Jawa Timur memiliki total kapasitas 6.000 liter per detik, dua pompa milik Balai Brantas berkapasitas 2.000 liter per detik, pompa milik Pemkab Lamongan sebesar 500 liter per detik, serta satu pompa mobile berkapasitas 500 liter per detik. “Total kapasitas ini tentu masih jauh dari kebutuhan ideal sekitar 50 meter kubik per detik. Namun yang terpenting pompa yang ada harus terus dioperasikan agar tinggi muka air tidak semakin meningkat,” tuturnya.
Emil juga menyebutkan rencana penggantian sistem genset pompa menjadi tenaga listrik agar operasional lebih stabil dan tidak bergantung pada ketersediaan solar. Selain itu, pengembangan infrastruktur seperti Waduk Jabung dan Bendungan Karangnongko juga diharapkan mampu membantu pengendalian banjir sekaligus mengatasi potensi kekeringan.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan pemerintah daerah akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk mengoptimalkan fungsi floodway dan sistem pengendalian banjir di Lamongan. “Apa yang disampaikan Pak Emil tadi merupakan langkah jangka pendek yang bisa langsung kita lakukan untuk mempercepat pembuangan air. Ke depan efektivitasnya akan terus kita komunikasikan dengan semua pihak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa selain menghadapi banjir saat musim hujan, Lamongan juga perlu bersiap menghadapi potensi kemarau panjang sehingga pengelolaan air harus dilakukan secara seimbang. “Kita tidak boleh lupa, setelah ini kemungkinan kita juga akan menghadapi kemarau panjang. Maka semua langkah harus dipersiapkan secara matang agar penanganan banjir dan kekeringan bisa berjalan seimbang,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....