Empat Guru Besar Perempuan Berpeluang Pimpin UINSA
- 06 Mar 2026 14:40 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Empat guru besar perempuan berpeluang mengikuti penjaringan calon rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Peluang itu mengemuka dalam sarasehan alumni yang membahas arah kepemimpinan dan masa depan kampus.
Sarasehan digelar Ikatan Keluarga Alumni UINSA di aula Kantor Kementerian Agama Jawa Timur, Kamis 5 Maret 2026. Sekitar 250 alumni hadir menyimak paparan visi sembilan guru besar mengenai pengembangan kampus ke depan.
Empat guru besar perempuan yang tampil memaparkan gagasan yakni Prof Evi Fatimatur Rusydiyah. Selain itu hadir Prof Husniyatus Salamah Zainiyati, Prof Zumroatul Mukaffa, serta Prof Titik Triwulan Tutik.
Pembina IKA UINSA Ismail Nachu menilai peluang perempuan memimpin perguruan tinggi keagamaan semakin terbuka. Ia menyebut kebijakan Menteri Agama belakangan banyak memberi ruang bagi perempuan menjadi rektor.
Karena itu peluang kandidat perempuan dalam proses penjaringan rektor UINSA dinilai semakin terbuka lebar. “Di era Menteri Agama sekarang banyak guru besar perempuan dipercaya memimpin perguruan tinggi,” ujarnya.
Sarasehan juga menghadirkan sejumlah guru besar lain yang memaparkan pandangan mengenai arah kampus. Di antaranya mantan Rektor UINSA Prof Masdar Hilmy serta rektor saat ini Prof Ahmad Muzakki.
Prof Masdar Hilmy menekankan pentingnya kolaborasi kampus dengan alumni dalam merumuskan visi pendidikan. Menurutnya arah pengembangan kampus tidak boleh dimonopoli pemikiran individu tanpa melibatkan jaringan eksternal.
Sementara itu Prof Nur Syam menyoroti pentingnya pembaruan kurikulum menghadapi tantangan transformasi digital. Ia menilai perguruan tinggi harus mengintegrasikan kecerdasan buatan agar relevan dengan kebutuhan masa depan.
Ketua Umum PP IKA UINSA Ida Fauziyah menyatakan sarasehan bertujuan menghimpun gagasan bagi kampus. “Alumni tidak boleh hanya dianggap masa lalu, tetapi harus menjadi mitra strategis kampus,” ujarnya.
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Sahiron menambahkan alumni penting dalam pengembangan perguruan tinggi. Ia mengatakan kementerian bahkan menyiapkan wadah organisasi nasional bagi alumni perguruan tinggi keagamaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....