Itera Gelar Sosialisasi Mocaf, Dorong Hilirisasi Singkong untuk Ketahanan Pangan

  • 04 Mar 2026 17:20 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan Mocaf (Modified Cassava Flour) sebagai upaya mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomi singkong di Provinsi Lampung. Kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan jurnalis ini berlangsung di Gedung Kuliah Umum (GKU) 1 Itera, Rabu, 4 Maret 2026.

Rektor Itera, Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha, mengatakan singkong memiliki nilai ekonomi yang sangat strategis untuk meningkatkan perekonomian Lampung, asalkan ditangani dengan tepat melalui teknologi hilirisasi.

"Kami harapkan tumbuh industri menengah ataupun kecil yang akan menjadi pelaku usaha dalam kegiatan hilirisasi singkong ini, salah satunya melalui mocaf ini," kata Prof. Nyoman.

Rektor Itera, Prof. I Nyoman Pugeg Aryantha saat menyosialisasikan pembuatan Mocaf. (Foto:RRI/Galih Prihantoro).

Dalam pemaparannya, Rektor Itera menjelaskan mocaf bukan sekadar alternatif pengganti tepung terigu, tetapi memiliki keunggulan kompetitif sebagai pangan fungsional. Dia menyebut setidaknya ada tiga keistimewaan dari mocaf yang layak dikembangkan secara masif.

Pertama, mocaf bebas gluten sehingga aman dikonsumsi bagi masyarakat dengan gangguan kesehatan tertentu. "Anak-anak autisme sekarang tinggi kasusnya, nah ini bisa menjadi solusi untuk pangan sehat penderita autis," jelas Prof. Nyoman.

Kedua, mocaf memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan beras atau tepung terigu. "Demikian juga yang mengalami diabetes, indeks glikemiknya lebih rendah dari pati, kalau sekarang kita bandingkan dengan beras," jelasnya.

Ketiga, kata rektor, mocaf berstatus sebagai prebiotik yang sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Prof. Nyoman menjelaskan prebiotik menjadi makanan bagi mikroba positif yang ada di dalam tubuh manusia.

"Kenapa prebiotik penting? Karena kita tidak sendirian di dalam diri kita. Di tubuh kita ini banyak mikroba positif yang harus kita pelihara. Makanan dia adalah prebiotik. Sangat krusial, sehingga di dunia kefarmasian, dunia gizi, produk prebiotik ini sudah sangat lumrah dan bernilai ekonomi tinggi," ujarnya.

Dengan ketiga keunggulan tersebut, Prof. Nyoman menyebut mocaf sebagai karbohidrat super yang masuk dalam kategori pangan fungsional. "Kalau karbohidrat secara umum itu pangan untuk membuat kenyang, tapi kalau karbohidrat ini membuat kita sehat," jelasnya.

Dia mengatakan sosialisasi ini juga dimaksudkan sebagai respons atas dinamika tata niaga singkong di Lampung pasca penetapan harga dasar oleh Gubernur Lampung. Prof. Nyoman optimis teknologi mocaf dapat menjadi solusi yang menguntungkan semua pihak.

Ia juga menyoroti besarnya pangsa pasar tepung terigu di Indonesia yang mencapai 7 juta ton per tahun. Jika hanya 10 persen saja dari pangsa tersebut bisa digantikan oleh mocaf, maka dampaknya akan sangat signifikan bagi petani dan pelaku usaha di Lampung.

"Kalau kita bisa mengarahkan hilirisasi dan pemasarannya nanti dengan baik, tentu banyak pihak yang harus membantu terlibat. Insya Allah, keterserapan bisa sangat optimis. Kalau ini jalan, singkong rakyat yang kemarin sempat mengalami gangguan akan terserap," ujarnya.

Dengan potensi lahan di Lampung yang masih sangat luas, Prof. Nyoman yakin pengembangan mocaf akan mendorong tumbuhnya petani-petani singkong baru. Apalagi, singkong merupakan komoditas yang bisa ditumpang sarikan dengan tanaman lain seperti kelapa.

"Saya sangat optimis akan tumbuh petani-petani singkong baru. Karena masih banyak lahan-lahan di Lampung ini, ratusan ribu hektare yang bisa kita tanami lagi. Ini sangat signifikan menjadi salah satu strategi Pak Gubernur meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan di atas 6 persen," katanya, mengakhiri.

Sosialisasi ini juga diharapkan dapat membuka wawasan mahasiswa dan jurnalis tentang potensi besar mocaf, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di bidang hilirisasi singkong yang mampu bersaing di pasar nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....