Halo RRI, Fluktuasi Harga Cabai Dikeluhkan Pedagang
- 27 Feb 2026 13:33 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang .Faktor cuaca sangat mempengaruhi harga cabai di Pasar Johar, bahkan dalam kurun waktu sehari. Salah satu pedagang cabai, Sulisti, kepada RRI mengungkapkan harga cabai fluktuatif mengikuti kondisi pasokan di lapangan.
Menurutnya harga cabai rawit merah saat ini mencapai Rp82.000 per kilogram, padahal di hari sebelumnya Rp75.000 per kilogram. Kenaikan dipicu cuaca hujan yang terjadi sejak pagi hingga sore hari dalam beberapa waktu terakhir, sehingga pasokan yang masuk ke pasar berkurang.
“Namanya juga barang naik turun, Pak. Kalau barangnya sedikit, harganya naik. Kalau barangnya melimpah, harganya turun. Sekarang cabai jadi Rp82 ribu, kemarin masih Rp75 ribu,” ujarnya ditemui Jumat 27 Februari 2026.
Ia menjelaskan, pedagang tidak bisa menetapkan harga sendiri karena harus mengikuti harga dari pemasok dan kondisi pasar. Jika tidak menyesuaikan, pedagang berisiko tidak mendapatkan barang.
“Kalau soal penetapan harga, kita enggak bisa menentukan sendiri. Kita kan belanja juga. Kalau enggak ikut harga pasar, nanti enggak dapat barang,” jelasnya.
Sulisti memastikan stok cabai di Pasar Johar masih tersedia dan pasokan relatif aman. “Pasokan aman, cuma harganya yang enggak aman. Naik turun,” katanya.
Menyikapai hal itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa fluktuasi harga cabai di Pasar Johar memang sulit dikendalikan karena sangat bergantung pada kondisi pasokan harian di lapangan.
Ia mencontohkan, terdapat perbedaan antara harga acuan yang ditetapkan dengan harga riil di pasar. Untuk cabai rawit, ada informasi harga Rp40.000 per kilogram, namun di lapangan bisa mencapai Rp80.000 per kilogram. Menurutnya, harga tersebut mengikuti mekanisme pasokan dan permintaan yang bergerak sangat cepat.
“Harga cabai ini memang berbeda dengan komoditas lain. Kalau beras masih bisa kita kontrol mingguan. Tapi cabai itu naik turunnya bukan per hari, bahkan bisa per jam. Begitu stok datang banyak, harga langsung turun. Tapi ketika pasokan tersendat karena hujan atau distribusi terhambat, harganya bisa langsung melonjak tinggi,” ujarnya.
Ahmad Rizal menegaskan, harga yang beredar di pasar merupakan harga yang dipantau dan dikoordinasikan bersama Dinas Perdagangan. Namun khusus untuk cabai, pengendalian memang lebih menantang karena sangat tergantung pada produksi dari daerah sentra dan kondisi cuaca.
“Jadi mohon dimaklumi, khusus cabai memang pengendaliannya lebih sulit karena sangat tergantung pasokan,” tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....