Simak Penyebab Ibadah Puasa Jadi Sia-sia
- 27 Feb 2026 10:16 WIB
- Banten
RRI.co.id, Serang — Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, banyaknya umat Islam yang menjalankan puasa tidak serta-merta menjamin kualitas ibadah tersebut di sisi Allah SWT. Tanpa pemahaman yang benar, puasa berpotensi menjadi sia-sia dan hanya menyisakan rasa lapar serta dahaga.
Hal tersebut disampaikan Ustaz Budi Budiman dalam program Kultum Ramadan yang disiarkan RRI. Ustaz Budi yang merupakan dai dari Dompet Dhuafa Banten itu mengingatkan pentingnya menjaga esensi dan nilai puasa agar ibadah tidak kehilangan pahala.
Ia mengutip hadis riwayat Imam Ahmad yang menyebutkan bahwa banyak orang berpuasa, namun tidak memperoleh pahala apa pun dari puasanya. “Betapa banyak orang yang berpuasa, akan tetapi bagian daripada puasanya dia hanya mendapatkan lapar dan dahaga,” ujar Ustaz Budi kepada RRI Banten, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurutnya, terdapat setidaknya dua faktor utama yang dapat merusak pahala puasa. Pertama, niat yang salah. Ia menegaskan bahwa niat merupakan ruh dari setiap amal ibadah. Puasa yang tidak dilandasi keikhlasan karena Allah SWT, melainkan untuk mencari pujian atau kepentingan duniawi, dapat menggugurkan nilai ibadah tersebut.
“Yang pertama, berpuasa bukan karena Allah. Berpuasa tapi salah niat. Termasuk salah niat adalah ketika di dalamnya terdapat riya dan pengharapan kepada selain Allah. Riya merupakan bentuk kesyirikan yang sangat dibenci oleh Allah,” jelasnya.
Ustaz Budi juga mengutip pendapat Ibnu al-Mubarak yang menyatakan bahwa amalan kecil dapat menjadi besar karena niat yang baik, sementara amalan besar dapat menjadi kecil apabila niatnya rusak.
"Faktor kedua yang kerap luput dari perhatian adalah perilaku sosial, khususnya terhadap tetangga. Ia mengisahkan sebuah riwayat di masa Rasulullah SAW tentang seorang wanita yang rajin beribadah, namun gemar menyakiti tetangganya dengan lisan.Lalu apa jawaban Baginda Rasulullah SAW? Dia di neraka,” ucap Ustaz Budi.
Ustaz Budi mengajak umat Islam untuk menjaga puasa secara menyeluruh, tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga lisan, hati, dan perilaku. Ia juga menyebut bahwa ibadah lahiriah tidak cukup jika tidak diiringi akhlak yang baik.
“Puasa tidak hanya sebatas menahan diri dari hal-hal yang membatalkan secara lahiriah, tetapi juga menjaga diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan pahala puasa di sisi Allah SWT,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....