Pemerintah Siapkan Pelabuhan Internasional Mekar Putih di Kalimantan

  • 26 Feb 2026 20:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemerintah melalui Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan rencana pembangunan Pelabuhan Internasional Mekar Putih di Kabupaten Kotabaru. Proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu infrastruktur strategis yang akan memperkuat konektivitas dan distribusi logistik di wilayah Kalimantan.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi, mengatakan lokasi Mekar Putih memiliki keunggulan geografis. Karena dilintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, jalur pelayaran internasional yang melewati Selat Makassar di antara Kalimantan dan Sulawesi.

“Wilayah Kotabaru berada pada posisi yang sangat strategis karena dilintasi ALKI II. Ini merupakan jalur laut internasional di Selat Makassar, sehingga potensi pengembangan pelabuhan sangat besar,” ujar Fitri di Banjarbaru, Kamis 26 Februari 2026.

Selain berada di jalur pelayaran internasional, kawasan Mekar Putih juga memiliki kedalaman laut sekitar 20 meter. Kedalaman ini dinilai ideal untuk kapal-kapal besar dengan kapasitas angkut ribuan deadweight ton (DWT) bersandar dan menjalankan aktivitas logistik.

Fitri menjelaskan, ke depan pelabuhan ini diharapkan menjadi simpul distribusi logistik utama. Termasuk untuk mendukung kebutuhan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) maupun wilayah lain di Kalimantan.

Dari sisi regulasi, pemerintah daerah telah melakukan korespondensi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Hasilnya, Pelabuhan Mekar Putih kini resmi masuk dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN).

“Dengan telah diterbitkannya RIPN. Maka, secara prinsip Pelabuhan Mekar Putih sudah memiliki dasar untuk dapat dioperasikan oleh badan usaha yang nantinya menjadi pengelola,” ujarnya.

Meski demikian, Fitri menegaskan saat ini pembangunan masih berada pada tahap perencanaan. Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai basis operasional pelabuhan.

“KEK harus terbangun terlebih dahulu. Proses penetapan tidak mudah karena menjadi kewenangan Dewan Nasional KEK dan mensyaratkan kesiapan infrastruktur,” katanya.

Sejumlah dukungan infrastruktur pun mulai disiapkan pemerintah provinsi. Di antaranya pembangunan jalan pendekat menuju pelabuhan oleh Dinas PUPR serta penyiapan dan penguasaan lahan oleh perusahaan pengelola.

Selain itu, pembangunan Pelabuhan Mekar Putih juga terintegrasi dengan rencana pembangunan Jembatan Pulau Laut Kalimantan. Dalam proyek jembatan tersebut, Dishub Kalsel berperan melakukan koordinasi dengan Ditjen Perhubungan Laut terkait clearance bawah jembatan untuk keselamatan pelayaran.

Termasuk juga dengan Ditjen Perhubungan Udara untuk clearance atas guna menjamin keselamatan penerbangan. Pemprov Kalimantan Selatan berharap seluruh proses persiapan dan sinkronisasi dapat berjalan lancar sehingga pembangunan Pelabuhan Internasional Mekar Putih segera terealisasi.

“Harapannya, pelabuhan ini dapat segera berlanjut pembangunannya. Dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah,” ucap Fitri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....