Bank Indonesia Ingatkan Pemda Inflasi Tinggi Diawal Tahun

  • 16 Feb 2026 07:16 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Renaldi Wimanda mengingatkan Pemerintah Daerah terhadap inflasi Sulsel yang tinggi diawal tahun sebesar, 4,11 persen, terutama nanti saat Hari Besar Keagamaan. Dimana sejumlah komoditi berpotensi mengalami kenaikan. Hal ini diungkapkan, Rizki usai menghadiri kegiatan High Level Meeting TPID dan TP2DD di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat 13 Februari 2026.

Menurutnya, diawal tahun inflasi sudah tinggi apalagi nanti di Februari dan Maret saat bulan puasa, kebiasaanny ada permintaan meningkat, kebiasaan juga pedagang naikkan harga. "Ini perlu diantisipasi oleh Pemprov, Pemerintah kabupaten dan kota perbanyak Gerakan Pangan Murah (GPM) supaya mengurangi permintaan dari ibu-ibu ke pasar. Tanam cabe,biasanya lebaran harga cabe meningkat. Itu mestinya tiga bulan sebelumnya di tanam cabe di pekarangan rumah, pas HBKN bisa memetik," ungkap Rizki .

Lebih jauh, ia menyebutkan melihat angka inflasi mont to month berada di angka 0,47 persen tentu harus menjadi perhatian karena idealnya berada dibawah 0,29 artinya di bulan-bulan berikutnya harus ada deflasi. "Itu yang kami harapkan, ada deflasi seperti tahun lalu ada deflasi di beberapa bulan sehingga secara total itu masuk target, untuk itu ada beberapa saran yang kami sampaikan," terang Rizki

Menurutnya yang harus dilakukan, diantaranya harus duduk bersama antara pemerintah provinsi , kabupaten dan kota membahas diantaranya jadwal panen, kapan jadwal menanam. Sehingga bisa di antisipasi. "Jadi, misalnya ulan ini saya panen cabe, panen bawang, sekian ribu ton. yang kekurangan dikerjasama antar daerah. Saat suplai ada harga maka harga relatif sama antar daerah. Sekarang kan ada mahal, ada murah," paparnya.

Dari pemaparan yang dibawakan, memperlihatkan inflasi pada Januari 2026 secara year to year 4,11 persen, dimana delapan daerah yang masuk dalam perhitungan, Sidrap menjadi daerah penyumbang terbesar dengan 5,63 persen, Parepare 5,04 persen, kemudian Luwu Timur ,4,30 , Wajo 4,17 persen , Palopo 4,14 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....