BPBD Kobar Catat 25 Kejadian Karhutla Sepanjang Januari 2026

  • 18 Feb 2026 14:49 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) merilis rekapitulasi data bencana selama periode Januari 2026. Hasil pantauan menunjukkan ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mendominasi kejadian bencana di awal tahun ini.

Plt. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andhan Santana, ST., M.M., mengungkapkan bahwa berdasarkan data Pusdalops PB, tercatat sebanyak 25 kejadian Karhutla yang tersebar di empat kecamatan di wilayah Kotawaringin Barat.

"Total luasan lahan yang terbakar pada Januari ini mencapai kurang lebih 20,46 hektar. Meski angka ini cukup signifikan, namun berkat penanganan cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama unsur lintas sektor, dampaknya masih dalam kategori aman dan terkendali," ujar Andhan kepada RRI melalui pesan singkat, Jumat 13 Februari 2026.

Selain Karhutla, BPBD Kobar juga menangani 5 kejadian cuaca ekstrem berupa pohon tumbang. Meski sempat menimbulkan gangguan akses jalan, kerusakan ringan pada bangunan, kendaraan, hingga jaringan utilitas, Andhan memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh rangkaian kejadian tersebut.

Keberhasilan penanganan di lapangan, menurutnya, tidak lepas dari respon cepat laporan masyarakat dan kesiapsiagaan personel di titik rawan. "BPBD Kobar telah menyusun strategi penguatan untuk menghadapi potensi bencana di bulan-bulan berikutnya, terutama memasuki periode rawan," kata Andhan menambahkan.

Beberapa poin krusial yang akan dilaksanakan antara lain:

  1. Penguatan Patroli Terpadu: Peningkatan pemantauan hotspot dan deteksi dini di wilayah rawan kebakaran sejak awal tahun.
  2. Optimalisasi Pusdalops PB: Memastikan akurasi dan kecepatan data dari lapangan agar koordinasi penanggulangan bencana lebih efektif.
  3. Sinergi Lintas Sektor: Memperkuat kolaborasi dengan TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, hingga perangkat desa.
  4. Mitigasi Cuaca Ekstrem: Melakukan pemeliharaan pohon di area publik dan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat mengenai risiko pohon tumbang.

"Data Januari 2026 ini kami jadikan bahan evaluasi penting untuk merancang perencanaan yang lebih matang, sehingga strategi penanggulangan bencana ke depan bisa jauh lebih efektif dan meminimalisir risiko bagi masyarakat," ucap Andhan, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....