Anggaran Kebencanaan Kalurahan Triwidadi Bantul Minim

  • 09 Feb 2026 22:09 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Penanganan bencana di Kalurahan Triwidadi, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul DIY terancam berjalan tidak optimal. Sebab, nominal anggaran operasional penanganan kebencanaan sangat minim.

Sebab saat ini, kucuran dana desa untuk kalurahan tersebut turun sangat drastis. Jika pada tahun 2025, Kalurahan Triwidadi mencapat kucuran dana desa sebesar Rp 1,9 Miliar, maka pada tahun ini hanya mendapat Rp 373 Juta.

Lurah Triwidadi Slamet Riyanto mengakui, pemangkasan dana desa berdampak pada realisasi berbagai program, salah satunya mitigasi bencana. Mengingat, bencana tidak hanya persoalan evakuasi korban, tetapi juga infrastruktur.

Saat terjadi peristiwa kebakaran tahun 2025, mobil damkar mengalami hambatan saat ke lokasi, akibat kondisi jalan menanjak. ”Sehingga tim damkar harus bekerja ekstra menarik selang air hingga jarak 200 meter ke pusat kebakaran,” katanya, Senin, 9 Februari 2026.

Ia juga mengakui, dana yang tersedia hanya cukup untuk konsumsi dan bahan bakar. Terkait persoalan itu, Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY Hifni Muhammad Nasikh, mendorong pemanfaatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

”Untuk di DIY, anggaran BTT ada sekitar Rp 15 Milyar, Bantul sekitar Rp 5 miliar,” ucapnya. ”Nanti ini akan kita komunikasikan dengan pihak-pihak terkait.”

Saat ini, wilayah DIY memiliki ancaman bencana hidrometeorologi, akibat pengaruh faktor geografis wilayah. Sehingga Hifni mendorong, agar penguatan mitigasi bencana dilakukan, dengan memasifkan koordinasi lintas sektor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....