Bunda PAUD Inhil Ajak Siswa Cegah Perundungan

  • 09 Feb 2026 21:12 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Inhil - Bunda PAUD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Katerina Susanti Herman, menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Anti Kekerasan dan Perundungan di lingkungan satuan pendidikan Sekolah Dasar Negeri 004 Tembilahan, Senin 9 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi siswa agar saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Kedatangan Bunda PAUD Inhil yang didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial dan P3A Inhil, Muammar Ghaddafi, Kabid PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Inhil Marisa Mona, serta pihak terkait lainnya, disambut antusias oleh keluarga besar SDN 004 Tembilahan.

Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan siswi berprestasi SDN 004 Tembilahan, Azima Putri Anandita, yang merupakan 1st Runner Up Mini Miss Grand Model Indonesia 2025. Pada kesempatan tersebut, Azima menampilkan bakat modeling sekaligus menerima penghargaan dari Bunda PAUD Inhil dan Kepala Sekolah.

Melihat potensi dan bakat putra-putri daerah yang dimiliki siswa, Bunda PAUD Inhil semakin termotivasi untuk mendorong pencegahan kekerasan dan perundungan di sekolah. Hal ini dinilai penting agar semakin banyak anak-anak Inhil yang mampu berkembang dan meraih prestasi.

“Salah satu kunci agar anak dapat sukses dan meraih prestasi gemilang adalah terciptanya lingkungan sekolah yang aman, sehingga anak merasa nyaman untuk mengembangkan diri serta mendapat dukungan dalam menggali bakat terbaiknya,” ujar Katerina Susanti saat memaparkan peran sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun ruang aman bagi anak.

Ia juga menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini agar anak tidak terjerumus menjadi pelaku perundungan. Menurutnya, nilai-nilai kebaikan harus ditanamkan sejak usia sekolah dasar.

“Apa yang anak-anak lakukan hari ini, cepat atau lambat akan kembali kepada diri sendiri. Karena itu, tanamkan perbuatan baik sejak dini. Jangan mengganggu teman, jangan saling mengejek, dan jangan berkelahi. Mari kita jadikan sekolah ini sebagai ruang yang aman dan menyenangkan bagi semua,” ucapnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab bersama siswa. Melalui sesi ini, anak-anak diharapkan dapat lebih memahami materi yang disampaikan sekaligus melatih keberanian dalam menyampaikan pendapat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....