Pemko Pekanbaru Prioritaskan Pembangunan Ruang Kelas untuk Sekolah Double Shift

  • 26 Mei 2026 09:42 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menargetkan pengurangan sistem belajar dua shift di sekolah melalui penambahan ruang kelas belajar atau RKB. Langkah ini dilakukan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih efektif dan tidak lagi terbagi antara jadwal pagi dan sore.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan mengatakan sekolah yang masih menerapkan sistem double shift akan menjadi prioritas dalam pembangunan ruang kelas baru. Menurutnya, keterbatasan ruang kelas menjadi salah satu penyebab masih adanya sekolah yang harus membagi jam belajar siswa ke dalam dua sesi.

Alek menjelaskan, sistem double shift terjadi ketika satu sekolah harus menyelenggarakan pembelajaran pagi dan sore karena jumlah ruang kelas belum mencukupi. Kondisi ini dinilai perlu segera dibenahi agar seluruh peserta didik dapat belajar dalam satu shift yang lebih ideal.

“Kita utamakan dan fokuskan kepada sekolah-sekolah yang masih double shift. Artinya, ada siswa yang sekolah pagi dan ada juga yang sekolah sore. Karena itu, ruang kelas belajarnya harus dicukupi supaya sekolah bisa satu shift semua,” ujar Alek, Senin 25 Mei 2026.

Menurutnya, jika seluruh sekolah sudah mampu menerapkan pembelajaran satu shift, kualitas pendidikan di Pekanbaru berpeluang menjadi lebih baik. Sistem satu shift dinilai dapat membuat kegiatan belajar lebih tertata, waktu belajar lebih optimal, dan pengelolaan sekolah lebih efektif. Bayangkan saja, pendidikan sudah cukup berat tanpa harus dibagi seperti jadwal jaga warung 24 jam.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemko Pekanbaru juga telah mengusulkan 76 sekolah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia agar mendapatkan program revitalisasi. Sekolah yang diusulkan mencakup jenjang PAUD, SD, SMP negeri, hingga sekolah swasta.

Usulan revitalisasi itu menjadi bagian dari upaya pemerintah kota dalam memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan. Pembangunan dan perbaikan fasilitas sekolah diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar.

Alek menyebut, peningkatan kualitas pendidikan di Kota Pekanbaru tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota H Markarius Anwar, pemerintah kota juga menjalankan sejumlah program pendukung bagi peserta didik.

Program tersebut di antaranya pemberian beasiswa serta bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bantuan diberikan untuk peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP sebagai bentuk dukungan agar akses pendidikan tetap terbuka bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan prioritas pembangunan RKB di sekolah double shift, Pemko Pekanbaru berharap persoalan keterbatasan ruang belajar dapat berkurang secara bertahap. Target akhirnya, seluruh sekolah dapat menyelenggarakan pembelajaran satu shift sehingga siswa memperoleh waktu dan suasana belajar yang lebih layak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....