Harga Cabai Rendah, Inflasi Bone Stabil di Awal 2026
- 09 Feb 2026 18:33 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Kabupaten Bone kembali mencatatkan kinerja positif pada awal tahun 2026. Di tengah dinamika ekonomi nasional, daerah yang dikenal sebagai Bumi Arung Palakka ini berhasil masuk tiga besar kabupaten dengan harga cabai terendah di Indonesia. Selain itu, Kabupaten Bone juga mencatat tingkat inflasi sebesar 0,91 persen pada Januari 2026.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kabupaten Bone berada dalam kondisi yang relatif terjaga. Bahkan, berdasarkan perhitungan year on year (yoy), yakni perbandingan Januari 2026 terhadap Januari 2025, Kabupaten Bone justru mengalami deflasi sebesar -0,56 persen.
Deflasi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah kebijakan diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang diberlakukan pada periode tertentu, sehingga berdampak signifikan terhadap pengeluaran rumah tangga. Selain itu, perbedaan harga emas yang cukup besar antara Januari 2025 dan Januari 2026 turut memengaruhi struktur penghitungan inflasi.
Pada sektor komoditas bahan pokok, tren harga tercatat mengalami penurunan di hampir seluruh jenis komoditas. Kenaikan harga hanya terjadi pada komoditas ikan, yang dipengaruhi oleh faktor alam, khususnya kondisi musim yang berdampak pada hasil tangkapan nelayan. Kondisi tersebut dinilai bersifat sementara.
Sementara itu, pada sektor bahan bakar rumah tangga, terjadi peningkatan permintaan. Hal ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas pertanian memasuki musim tanam, serta bertambahnya kebutuhan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mulai menggeliat di awal tahun. Untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan, Pemerintah Kabupaten Bone melakukan pemantauan intensif melalui Satuan Tugas (Satgas) LPG guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.
Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menyampaikan bahwa capaian tersebut patut disyukuri dan harus dijaga secara berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan menjaga inflasi tetap terkendali tidak terlepas dari sinergi yang terbangun antara pemerintah daerah, aparat terkait, dan seluruh elemen masyarakat.
"Ini patut kita syukuri dan tentu harus kita pertahankan. Capaian ini tidak lepas dari kerja-kerja sinergitas yang selama ini terbangun dengan baik antara pemerintah, aparat terkait, dan seluruh elemen masyarakat," ujar Andi Asman.
Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan semata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari pengawasan distribusi, penguatan ketahanan pangan, hingga peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Dengan tren harga yang relatif terkendali dan tingkat inflasi yang rendah, Kabupaten Bone menunjukkan optimisme dalam menjaga keseimbangan ekonomi lokal. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi sepanjang tahun 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....