Matangkan Konsep "Gau’ Maraja Bone 2026", Panitia Gelar Rakor di Makassar
- 09 Jul 2026 08:21 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Persiapan menyongsong perhelatan budaya akbar "Gau’ Maraja Bone 2026" semakin intensif. Untuk menyamakan persepsi dan mematangkan konsep acara, panitia pelaksana menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Pertemuan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Alauddin, Makassar. Rabu, 8 Juli 2026.
Rakor ini dihadiri jajaran inti panitia dari Kabupaten Bone, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, Andi Murni, selaku Ketua Panitia Pelaksana, serta Staf Ahli Bupati Bone Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan (Polkumtah), Barham Bachtiar, yang menjabat sebagai Sekretaris Panitia, Hadir pula dalam pertemuan tersebut Kepala BPK Sulsel, para kurator event, perwakilan dari DPP PERWIRA (Persatuan Wija Arung), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam arahannya, Ketua Panitia Pelaksana, Andi Murni, menekankan bahwa Gau’ Maraja bukanlah sekadar festival seremonial biasa. "Ini adalah panggung besar untuk melestarikan, merawat, dan memperkenalkan kekayaan peradaban serta nilai luhur kebudayaan Bugis Bone ke kancah yang lebih luas," ujarnya.
Gau’ Maraja Bone 2026 dijadwalkan akan dihelat pada September mendatang. Demi menghadirkan atmosfer budaya yang mendalam, panitia menetapkan enam situs dan lokasi ikonik di Kabupaten Bone sebagai pusat kegiatan, yakni, Lapangan Merdeka, Museum La Pawawoi, Situs Tana Bangkala’e, Kawasan Lapas Tua, Bola Subbi’e, dan Mess Guru Tempo Dulu.
Dalam rapat tersebut, perwakilan PERWIRA turut memaparkan rencana detail Seminar Internasional sebagai pilar akademik dan literasi budaya. Sementara itu, Juan Manyala dari Gelora Kultura menyajikan rancangan estetika venue dan konten pertunjukan yang kolaboratif untuk menghidupkan ruang-ruang publik tersebut.
Sekretaris Panitia, Barham Bachtiar, memberikan catatan kritis mengenai manajemen pelaksanaan. Ia menegaskan bahwa dalam event berskala besar, profesionalisme menjadi harga mati bagi setiap seksi dan kurator.
"Setiap seksi, kurator, maupun kolaborator harus bekerja dengan indikator yang jelas, disiplin waktu, dan manajemen risiko yang matang agar seluruh ide estetik yang telah dirancang dapat dieksekusi dengan sempurna di lapangan," tegas Barham.
Ia juga menyampaikan instruksi khusus dari Bupati Bone agar Gau’ Maraja tidak hanya sukses secara visual, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi daerah. "Petunjuk Bapak Bupati sangat jelas; event ini wajib memiliki multiplier effect. Harus mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan, melibatkan komunitas lokal secara aktif, dan memperkuat identitas budaya bagi generasi muda Bone. Atas dasar itu, kita semua harus bekerja dengan totalitas," pungkasnya.
Rapat koordinasi kemudian ditutup dengan sesi diskusi teknis yang fokus pada penyelarasan tata panggung, manajemen logistik, serta pemantapan timeline kerja menuju hari pelaksanaan di bulan September 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....