Gabung BoP, Jusuf Kalla Minta Pemerintah Hati-Hati

  • 08 Feb 2026 10:18 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Board of Peace (BoP) terkait Gaza, Palestina, memicu pro dan kontra di Indonesia. Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, ikut memberikan pandangan terkait keputusan tersebut. 

Pembentukkan Board of Peace dikaitkan dengan inisiatif Presiden AS Donald Trump. Ia meminta pemerintah Indonesia tetap berhati-hati setelah bergabung dengan BoP.

Jusuf Kalla menilai setiap keputusan harus berujung pada pengakuan terhadap negara Palestina. Indonesia dan negara Islam diharapkan tetap konsisten membantu Palestina.

"Ya tentu, kita harus berhati-hati. Ujung keputusan pemerintah harus memberi kemampuan dan pengakuan kepada Palestina," ujar Jusuf Kalla, Sabtu, 7 Februari 2026.

Ia menambahkan kebijakan luar negeri harus mengutamakan kepentingan nasional sekaligus mendukung perjuangan rakyat Palestina. Prinsip tersebut harus menjadi dasar setiap keputusan diplomasi Indonesia.

"Itu sudah berjalan, kita harus mempunyai itu. Negara-negara Islam harus memiliki keteguhan membantu negara Palestina," katanya.

Board of Peace dibentuk sebagai organisasi internasional untuk stabilisasi dan rekonstruksi Gaza pascakonflik. Organisasi ini diprakarsai Amerika Serikat dan melibatkan sejumlah negara dunia.

Sejumlah tokoh nasional juga menilai pemerintah perlu berhati-hati dalam keterlibatan tersebut. Pandangan itu muncul karena dampaknya terhadap politik global dan kepentingan nasional Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....