KPID Kalbar Tegaskan Etika Peliputan Cap Go Meh

  • 07 Feb 2026 16:47 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Cap Go Meh atau perayaan hari kelima belas dalam Kalender Tionghoa merupakan agenda pariwisata unggulan Kalimantan Barat yang selalu menarik perhatian nasional hingga internasional. Momentum budaya ini juga menjadi agenda penting bagi lembaga penyiaran dalam menyajikan informasi kepada publik.

Namun, di balik kemeriahan perayaan Cap Go Meh, terdapat atraksi budaya seperti tatung yang dalam proses peliputannya memerlukan perhatian khusus. Pemberitaan diharapkan tidak hanya menonjolkan sisi atraksi, tetapi juga mengedepankan pesan kearifan budaya lokal.

Untuk itu, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat menggelar Sosialisasi Peliputan Festival Budaya Cap Go Meh 2026 pada Sabtu, 7 Februari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh Lembaga Penyiaran Publik serta Lembaga Penyiaran Swasta se-Kalimantan Barat.

Sosialisasi tersebut menghadirkan Jurnalis Senior, Syahnanto Noerdin, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan panduan peliputan Festival Cap Go Meh agar tetap selaras dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Syahnanto menegaskan bahwa dalam Pasal 8 P3SPS disebutkan lembaga penyiaran wajib mempertimbangkan potensi ketidaknyamanan khalayak saat menyiarkan keunikan suku dan budaya. Karena itu, media dituntut menyajikan pemberitaan yang berimbang, etis, dan menghormati nilai budaya.

Menurutnya, Imlek dan Cap Go Meh di Kalimantan Barat memiliki daya tarik yang sangat besar, baik dari sisi budaya maupun pariwisata. Namun, media tetap harus memperhatikan batasan-batasan penyiaran, seperti tidak menampilkan unsur kekerasan, tidak mengeksploitasi simbol keagamaan secara berlebihan, serta menghindari tayangan yang dapat menimbulkan misinterpretasi di masyarakat.

“Momentum Imlek di Singkawang seharusnya menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan kebanggaan budaya Indonesia. Media memiliki peran strategis menghadirkan tayangan yang berkualitas, menyejukkan, ramah anak, dan bermanfaat bagi publik,” ujar Syahnanto.

Ketua KPI Pusat, Ubaidillah, dalam sambutannya mengapresiasi KPID Kalbar yang telah menginisiasi kegiatan sosialisasi tersebut. Ia menilai televisi dan radio memiliki tanggung jawab besar dalam menyiarkan program budaya secara masif.

“Melalui siaran budaya yang berkualitas, TV dan radio dapat berperan dalam mendorong peningkatan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata,” kata Ubaidillah.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat, Christianus Lumano, melalui Kepala Bidang Informasi Publik Uslan, berharap peliputan festival budaya Cap Go Meh dapat membawa dampak positif bagi daerah.

Ia menekankan bahwa peliputan yang akurat dan berimbang akan menentukan bagaimana agenda budaya dipersepsikan oleh masyarakat. Hal ini penting untuk membangun narasi positif dalam penguatan karakter daerah.

Pengurus Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) sekaligus Anggota DPRD Kota Singkawang, Sumberanto Tjitra, turut hadir dalam sosialisasi tersebut. Ia memastikan kesiapan MABT dalam mendukung pelaksanaan Cap Go Meh 2026.

Menurut Sumberanto, perayaan Cap Go Meh di Singkawang tidak hanya menjadi milik etnis Tionghoa, tetapi juga menjadi milik seluruh masyarakat. Ia juga menyatakan MABT siap mendukung lembaga penyiaran dalam proses peliputan.

Ketua KPID Kalimantan Barat, Ramdan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan sosialisasi tersebut, termasuk Diskominfo Kalbar, Disporapar Kalbar, MABT, dan insan penyiaran.

Ramdan berharap sosialisasi ini dapat mengingatkan lembaga penyiaran agar senantiasa menjalankan tugas sesuai P3SPS dan tetap menghormati khazanah budaya Tionghoa.

“Dengan peliputan yang bertanggung jawab, informasi dapat tersampaikan dengan baik, dan masyarakat Tionghoa dapat menjalankan perayaan Cap Go Meh dengan khidmat,” katanya, mengakhiri.


Baca juga: Parade Naga Saat Ramadan, Kapolresta Ajak Jaga Toleransi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....