Seni Drama Jadi Kunci Siswa Asah Kepercayaan Diri
- 06 Feb 2026 08:03 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Di tengah gempuran tren konten instan, seni drama seringkali dianggap kuno dan membosankan. Namun, bagi Komunitas Gembok, panggung drama justru menjadi ruang "ajaib" di mana imajinasi yang mustahil di dunia nyata bisa dihidupkan dengan penuh kreativitas.
Guru SMPN 19 Palembang sekaligus pegiat seni, Ade Broto Laras Ramadhani, menegaskan, drama bukan sekadar akting. Seni peran merupakan instrumen krusial bagi perkembangan siswa, terutama dalam mengasah kemampuan berbicara, membaca, hingga menulis naskah secara mendalam.
"Melalui pentas drama, ada pesan kuat yang disampaikan lewat karakter. Suara, penghayatan, hingga kostum bukan sekadar tempelan, tapi pendukung utama suksesnya sebuah pesan sampai ke penonton," ujar Ade saat mengisi acara Obrolan Komunitas di Studio Pro 1 RRI Palembang, Selasa, 3 Februari 2026.
| Baca juga: Ombudsman Dorong Perlindungan Data Pelapor |
Menariknya, dunia teater kini tidak lagi kaku. Ade menyoroti bagaimana teknologi digital menjadi penyelamat efisiensi produksi. Penggunaan layar proyektor sebagai latar panggung kini mulai menggantikan atribut fisik yang monoton dan memakan biaya besar. Platform digital pun kini menjadi "senjata" utama untuk mempromosikan seni drama agar kembali dilirik generasi Z dan Alpha.
Namun, di balik kemudahan teknologi, muncul tantangan baru: Artificial Intelligence (AI). Ade sangat menekankan pentingnya menjaga orisinalitas karya di lingkungan sekolah agar siswa tidak terjebak cara instan dalam menulis naskah.
"Di sekolah, siswa tidak diperkenankan membuat naskah di rumah karena khawatir mereka menggunakan AI. Naskah harus diselesaikan saat itu juga di kelas. Ini penting agar anak benar-benar belajar menguras kreativitas mereka sendiri," tegasnya.
Manfaat drama pun beririsan kuat dengan kurikulum Bahasa Indonesia. Selain kemampuan teknis literasi, panggung adalah tempat terbaik untuk membangun mental baja. Disiplin waktu latihan, kejujuran dalam menjiwai peran, hingga keberanian berbicara di depan publik menjadi nilai tambah yang sulit didapat dari sekadar teori di buku.
Sebagai penutup, Ade mengajak anak muda untuk tidak ragu terjun ke dunia seni peran. Menurutnya, drama adalah cermin karakter.
"Jangan berputus asa untuk berkreasi. Apapun karakter kita, lewat drama kita belajar disiplin, jujur, dan berani tampil di depan umum," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....