Pemkab Tuban Realisasikan Tuntutan Persoalan Transportasi Peziarah

  • 05 Feb 2026 13:22 WIB
  •  Tuban

RRI.CO.ID, Tuban - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban, Anthon Tri Laksono, menegaskan bahwa persoalan transportasi peziarah di kawasan Makam Sunan Bonang bukan perkara sederhana karena menyangkut aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

Oleh sebab itu, Pemkab Tuban berkomitmen melakukan penataan secara bertahap dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Pernyataan tersebut disampaikan Anthon usai aksi unjuk rasa yang dilakukan tukang becak, Rabu, 4 Februari 2026 di depan kantor Pemerintah Kabupaten Tuban.

Massa aksi berasal dari tukang becak yang biasa mangkal di kawasan Terminal Parkir Bus Kebonsari dan pedagang sekitar area wisata religi Sunan Bonang. Anthon menjelaskan, munculnya angkutan shuttle berawal dari kondisi bus-bus peziarah yang tidak seluruhnya masuk ke Terminal Kebonsari.

Hal itu dipengaruhi banyaknya destinasi wisata religi lain di Kabupaten Tuban, sehingga celah tersebut kemudian dimanfaatkan oleh angkutan shuttle untuk mengantar peziarah menuju Makam Sunan Bonang. "Ketika ada peluang ekonomi, tentu akan dimanfaatkan. Namun di sisi lain, teman-teman becak di Terminal Kebonsari merasakan penurunan pendapatan,” ujarnya, Kamis, 5 Februari 2026.

Sebagai langkah awal, Pemkab Tuban bersama DLHP menyepakati bahwa seluruh bus peziarah wajib masuk dan parkir di Terminal Kebonsari. Selain itu, penataan terhadap kendaraan shuttle dan becak motor (bentor) juga akan dilakukan secara bertahap.

“Penataan ini tidak bisa dilakukan secara instan, butuh proses dan dukungan semua pihak,” ucapnya.

Sementara itu, aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari serangkaian mediasi yang sebelumnya telah digelar di DPRD Tuban dan audiensi di kantor DLHP Tuban. Ketua Paguyuban Parkir Wisata Sunan Bonang, Sutiono, menyampaikan bahwa keberadaan shuttle dan bentor dinilai telah mengurangi ruang usaha becak tradisional yang sudah lama beroperasi di kawasan wisata religi tersebut.

Ia menyebutkan, dalam aksi tersebut pihaknya menuntut penertiban angkutan shuttle yang tidak resmi serta kejelasan penataan bentor. “Kami berharap ada solusi yang adil, karena persoalan ini berdampak langsung pada penghasilan pedagang dan tukang becak,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, jumlah massa yang direncanakan dalam aksi tersebut mencapai sekitar seribu orang, terdiri dari tukang becak dan pedagang. Namun, peserta yang hadir di lapangan diperkirakan sekitar 500 orang.

"Kami telah menyampaikan pemberitahuan aksi ini secara resmi kepada Polres Tuban," ucapnya.

Hasil pertemuan dengan Pemkab Tuban telah menghasilkan beberapa poin kesepakatan, di antaranya pemusatan parkir bus peziarah di Terminal Kebonsari, tindak lanjut penataan bentor, serta penertiban shuttle liar yang beroperasi di sejumlah titik seperti Tundungmusuh, Pantai Kelapa, dan kawasan Perut Bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....