Amar Makruf Nahi Mungkar Tanggung Jawab Umat
- 05 Feb 2026 07:09 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Di tengah tantangan moral dan sosial yang kian kompleks, sikap membiarkan kemungkaran terjadi di sekitar sering dianggap hal biasa. Padahal dalam ajaran Islam, kepedulian terhadap lingkungan sosial melalui amar makruf nahi munkar merupakan kewajiban setiap Muslim. Hal ini disampaikan Rachma Ayuningtyas, yang akrab disapa Ustazah Yuyun, Ketua Departemen Humas PW Salimah Jatim dalam Porgram Mutiara Pagi Pro1 RRI Surabaya, Kamis (5/2/2026).
Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Khudri. “Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman’,” ujar Ustazah Yuyun, merujuk hadis sahih riwayat Muslim.
Menurutnya, hadis tersebut menegaskan bahwa mencegah kemungkaran adalah tanggung jawab sesuai kemampuan masing-masing. “Apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya hukumnya wajib untuk dijalankan. Tidak boleh ada sikap masa bodoh terhadap pelanggaran nilai agama,” katanya.
Ia menjelaskan, amar makruf berarti mengajak kepada segala bentuk kebaikan yang diakui syariat, mencakup keimanan, ibadah, serta amal saleh dalam kehidupan sosial. Nilai ini menjadi poros penting dalam agama dan merupakan misi para nabi serta para sahabat dalam membangun masyarakat.
Sementara itu, nahi munkar adalah mencegah segala hal yang dilarang dan diingkari dalam ajaran Islam. Sikap diam terhadap kemungkaran, kata dia, dapat membawa dampak luas, bukan hanya bagi pelaku.
“Allah mengingatkan dalam Surah Al-Anfal ayat 25, agar kita takut terhadap fitnah atau azab yang tidak hanya menimpa orang zalim saja. Ini menjadi peringatan bahwa ketika kemungkaran dibiarkan, dampaknya bisa dirasakan juga oleh orang saleh yang tidak berupaya mencegahnya,” tuturnya.
Ia juga merujuk Surah Al-Maidah ayat 2 yang memerintahkan umat Islam untuk tolong-menolong dalam kebajikan dan ketakwaan. “Setiap orang yang mengajak pada kebaikan akan mendapat pahala. Ini sunnatullah, hukum Allah bagi hamba-Nya. Jadi jangan merasa cukup saleh untuk diri sendiri, tapi abai terhadap kondisi sekitar,” ujar Ustazah Yuyun.
Ia menegaskan, kesalehan pribadi tidak cukup tanpa kepedulian sosial. Amar makruf nahi munkar merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga nilai kebaikan di tengah masyarakat, agar kehidupan sosial tetap berada dalam lindungan serta rahmat Allah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....