Tak Cuma Antar Penumpang, Driver Gojek Dilatih Selamatkan Nyawa
- 04 Feb 2026 17:48 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Tidak hanya bertugas mengantar penumpang dan barang, Mitra Driver Gojek di Semarang kini dibekali kemampuan menyelamatkan nyawa di jalan raya. Melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), para driver dilatih menangani kondisi darurat sebelum tenaga medis tiba di lokasi.
Pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Gojek, layanan on-demand dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan budaya tanggap darurat sekaligus membekali mitra driver dengan pengetahuan dasar penanganan kegawatdaruratan di jalan.
Salah satu Mitra Driver Gojek Semarang, Niken, mengaku pelatihan ini meningkatkan kepercayaan dirinya saat menghadapi situasi darurat. Ia merasa kini lebih berani dan bertanggung jawab untuk membantu lingkungan sekitar.
“Sebagai driver, kami setiap hari di jalan dan sering melihat kejadian darurat seperti kecelakaan dan henti jantung itu banyak. Saya bisa ikut membantu, tidak seperti dulu yang hanya bisa melihat dan bingung tidak bisa ngapa-ngapain mau nolong tidak berani,” katanya usai mengikuti pelatihan di Kantor Gojek, Rabu, 4 Februari 2026.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang, Nur Dian Rakhmawati, mengapresiasi langkah Gojek yang melibatkan mitra driver dalam pelatihan Bantuan Hidup Dasar. Menurutnya, peran masyarakat di menit-menit awal kejadian sangat menentukan keselamatan korban.
“Dalam banyak kasus, masyarakat sekitar adalah pihak pertama yang berada di lokasi sebelum tenaga medis datang. Menit-menit awal sangat menentukan keselamatan korban. Karena itu, tindakan awal yang benar menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia menegaskan, Bantuan Hidup Dasar merupakan kemampuan yang bisa dipelajari oleh masyarakat umum. Pelatihan ini bertujuan agar mitra driver memahami langkah pertolongan yang aman tanpa memperburuk kondisi korban.
“Pelatihan ini bukan untuk menjadikan mitra driver sebagai tenaga medis, tetapi agar mereka memahami langkah dasar yang aman dan tidak memperburuk kondisi korban sambil menunggu bantuan profesional,” katanya.
Sementara itu, Area Head Gojek Semarang, Nur Andriansyah, menyebut Mitra Driver Gojek memiliki posisi strategis karena mobilitas mereka yang tinggi di jalan. Dengan ribuan driver beraktivitas setiap hari, mereka kerap menjadi pihak pertama yang berada di lokasi kejadian.
“Ribuan Mitra Driver Gojek beraktivitas di jalan setiap hari dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Selain jumlahnya banyak dan sering berada lebih dulu di lokasi kejadian, mitra-mitra kami memiliki jiwa sosial yang tinggi,” ucapnya.
Ia menambahkan, minimnya pemahaman tentang pertolongan pertama kerap membuat penanganan awal justru berisiko. Melalui pelatihan ini, mitra driver dibekali pengetahuan dasar seperti penanganan korban, simulasi CPR, serta batas aman pertolongan pertama yang boleh dilakukan masyarakat awam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....