TPA Piyungan Tutup Selamanya, Sleman Siapkan Tiga TPST Terpadu

  • 04 Feb 2026 12:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan pada awal tahun 2026 untuk penerimaan sampah baru, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyiapkan langkah antisipatif sejak dini. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkab Sleman telah membangun sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai upaya pengelolaan sampah mandiri.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Sugeng Riyanta menjelaskan informasi penutupan TPA Piyungan sebenarnya sudah diterima sejak akhir 2023. Selain itu, terdapat kebijakan pemerintah daerah se-DIY terkait sentralisasi pengelolaan sampah, yang mengharuskan masing-masing kabupaten/kota mengelola sampahnya sendiri setelah TPA Piyungan ditutup.

Hingga saat ini, DLH Sleman telah membangun tiga TPST. Lokasinya masing-masing berada di Kalurahan Tamanmartani Kapanewon Kalasan, Kalurahan Sendangsari Kapanewon Minggir; serta Kalurahan Donokerto Kapanewon Turi.

“Sejak 2024 hingga sekarang sudah terbangun tiga TPST. Itu menjadi bagian dari penanganan dan antisipasi penutupan TPA Piyungan,” ujar Sugeng saat dikonfirmasi.

Terkait rencana penambahan TPST dalam waktu dekat, Sugeng menyampaikan belum ada pembangunan tambahan. Pasalnya, pemerintah tengah menyiapkan proyek pengolahan sampah menjadi energi ramah lingkungan di kawasan Piyungan.

“Saat ini sedang proses pemilihan calon investor. Semua dana kan dari pusat dari Danantara. Awal tahun 2026 ini mulai pemilihan atau tender untuk calon investor yang akan membangun di sana,” katanya.

Lebih lanjur ia mengatakan volume timbulan sampah di Sleman saat ini rata-rata mencapai sekitar 600 ton per hari. Angka tersebut dihitung berdasarkan jumlah penduduk sekitar 1.159.000.000 jiwa dengan asumsi timbulan sampah per orang sebesar 0,52 kilogram per hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....