Seluruh Korban Kapal Nelayan Terbakar Ditangani di RSAL
- 03 Feb 2026 09:49 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kapal ikan nelayan Rismawati Indah terbakar di Pelabuhan Paotere, Kota Makassar pada Selasa, 3 Februari 2026. Akibat peristiwa Kapal Nelayan terbakar, 9 orang korban, seluruhnya berjenis kelamin laki-laki, mengalami luka dengan tingkat luka bakar berbeda.
TNI Angkatan Laut melalui Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Jala Ammari Kodaeral VI bergerak cepat dan sigap menangani para korban kecelakaan Kapal Nelayan tersebut. Seluruh korban langsung di evakuasi ke RSAL Jala Ammari Kodaeral VI untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Adapun identitas korban sebagai yaitu Dg. Gassing (37 tahun) kondisi luka berat, Dg. Lanti’ (60 tahun) kondisi luka berat, Dg. Tangga (65 tahun) kondisi luka ringan, Rusli Dg. Ngewa (45 tahun) kondisi Luka berat, Dg. Rahmat (44 tahun) kondisi Luka berat, Dg. Itung (35 tahun) kondisi Luka berat, Ardi (16 tahun) kondisi luka berat, Putra (16 tahun) kondisi luka berat dan Irisanga Dg. Gadding (65 tahun) kondisi Luka berat.
Kepala RSAL Jala Ammari Kodaeral VI Letkol Laut (K) dr. Suhadi, M.K.K., Sp.KL., Subsp P.H (K), AIFO-K, CHQP, MQM, C.PML, FIHFAA., menyampaikan setibanya di rumah sakit, seluruh korban langsung mendapatkan penanganan awal berupa triase yaitu prioritas penanganan medis berdasarkan tingkat kegawatdaruratan di IGD oleh tim kesehatan RSAL Jala Ammari Kodaeral VI.
“Korban yang mengalami luka-luka kami obati, yang menderita luka bakar kami rawat dengan menggunakan fasilitas Hiperbarik Chamber dan yang mengalami patah tulang akan kami lakukan tindakan operasi”, Letkol Laut (K) dr. Suhadi.
Komandan Kodaeral VI (Dankodaeral VI) Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., menyampaikan para korban kecelakaan Kapal ikan nelayan Rismawati Indah telah diberikan penanganan medis yang cepat dan intensif di RSAL Jala Ammari Kodaeral VI.
“Apabila para korban harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut lagi maka kami akan rujuk ke rumah sakit yang bisa menangani korban tersebut”, Ujarnya.
Dankodaeral VI menghimbau kepada masyarakat khususnya pelaku aktivitas di kawasan pelabuhan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan aspek keselamatan kerja, terutama terkait kondisi mesin dan bahan yang dapat memicu terjadinya kejadian yang dapat membahayakan nyawa manusia.
Dankodaetal menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat, sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara, serta kepedulian terhadap keselamatan para nelayan sebagai garda terdepan ekonomi maritim Indonesia
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....