Gubernur Paparkan Strategi Jateng Dukung Program Prioritas Presiden
- 03 Feb 2026 08:49 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memaparkan strategi daerah dalam mendukung program prioritas Presiden saat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC) Sentul, Bogor, Senin 2 Januari 2026. Paparan itu menegaskan komitmen Jawa Tengah menyelaraskan kebijakan daerah dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh unsur pemerintahan bersama-sama menghapus kemiskinan. Ia juga menegaskan penguatan program swasembada pangan, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, dan makan bergizi gratis.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menyatakan arahan Presiden menjadi penguat fokus kepala daerah pada program yang menyentuh rakyat. "Beliau memberikan kita semangat untuk melayani masyarakat," ujar Ahmad Luthfi dalam siaran pers, Selasa, 3 Februari 2026.
Wakil Gubernur Taj Yasin menambahkan, rakornas memberi penegasan peran kepala daerah dalam bela negara dan pengabdian pada masyarakat. Ia memastikan komitmen mendukung penuh program prioritas Presiden.
Dalam laporannya, Pemprov Jateng menargetkan penguatan lumbung pangan nasional pada 2026 dengan angka produksi 10,5 juta ton GKG padi dan 3,7 juta ton jagung. Upaya ini dilakukan melalui rehabilitasi irigasi dan peningkatan produktivitas lahan.
Data triwulan III-2025 menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,37 persen, di atas angka nasional yang berada di level 5,04 persen. Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2025 turun menjadi 4,66 persen, yang didorong oleh hilirisasi SDA dan program petani milenial.
Di sektor pelayanan publik, Pemprov Jateng berencana memperluas Sekolah Rakyat dan SMK boarding. Pada sektor kesehatan, strategi difokuskan pada penguatan dokter spesialis keliling dan dukungan cek kesehatan gratis bagi warga.
Terkait tata ruang, terdapat pengembangan 10 wilayah aglomerasi ekonomi baru yang mencakup hilirisasi pertanian dan penanganan permukiman kumuh guna memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah.
Rakornas diikuti 4.011 peserta dari kementerian/lembaga, kepala daerah, hingga Forkopimda se-Indonesia. Kegiatan ini menekankan sinkronisasi kebijakan sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....