Alumni Teknik Sipil USK Gelar Mujerang Kin Sudere

  • 01 Feb 2026 12:48 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali diwujudkan oleh Alumni Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala (USK) melalui kegiatan masak kuah beulangong bersama masyarakat di Kampung Nosar, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan bertajuk Mujerang Kin Sudere dalam bahasa Gayo, atau Magun ke Syedara dalam bahasa Aceh, menjadi ruang perjumpaan antara relawan, alumni, dan warga setempat dalam suasana gotong royong dan solidaritas pascabencana.

Kegiatan tersebut melibatkan lintas angkatan alumni Teknik Sipil USK, di antaranya alumni angkatan 1994, 1998, dan 2001. Kehadiran para alumni lintas generasi ini menunjukkan kuatnya ikatan kebersamaan serta semangat berbagi dalam membantu pemulihan masyarakat pascabencana.

Perwakilan Alumni Teknik Sipil USK, Nesri Hendrifa, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan sosial yang telah dilaksanakan di beberapa daerah sebelumnya. Setelah Pidie Jaya dan Bireuen, Kampung Nosar menjadi lokasi ketiga pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Ini adalah bagian dari semangat buku cinta dan pesta, semboyan anak teknik, untuk merasakan kebersamaan dan membantu sesama. Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat,” ujar Nesri.

Menurutnya, kegiatan masak kuah beulangong tidak hanya sekadar tradisi kuliner, tetapi juga simbol solidaritas sosial. Melalui aktivitas sederhana ini, alumni dan masyarakat membangun kembali rasa kebersamaan sekaligus memberi dukungan moral bagi warga yang terdampak bencana.

Penasihat kegiatan, Teuku Tandi Dharma, menambahkan bahwa Mujerang Kin Sudere dimaknai sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat.

“Masak untuk saudara bukan sekadar memasak, tetapi menghadirkan rasa kebersamaan. Ini adalah cara kami menyampaikan empati dan dukungan kepada masyarakat Nosar,” katanya.

Selain menyajikan kuah beulangong, kegiatan ini juga menjadi momentum silaturahmi antara alumni, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Kehadiran relawan diharapkan mampu menguatkan semangat pemulihan sosial pascabencana, sekaligus mempererat hubungan antara komunitas akademik dan masyarakat.

Tradisi kuah beulangong yang lekat dengan nilai gotong royong kembali menunjukkan maknanya sebagai media pemersatu. Di tengah proses pemulihan pascabencana, kebersamaan menjadi energi penting untuk membangun kembali kehidupan masyarakat. (AY).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....