Wujudkan Jogja Bebas Rumput, Puluhan Personel Diterjunkan

  • 01 Feb 2026 06:44 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) bersama-sama membersihkan rumput liar di kawasan Kotabaru pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program ‘Jogja Bebas Rumput’ yang digagas untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota.

Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 20 personel DLH dan 60 personel Satpol PP, serta sejumlah petugas dari Dinas PUPKP dikerahkan. Mereka menyisir sejumlah titik yang dinilai memiliki pertumbuhan rumput liar cukup tinggi dan mengganggu estetika. Selain membersihkan rumput, para personel juga membersihkan dedaunan, ranting, dan sampah organik yang ada di trotoar dan bahu jalan serta got-got di sekitar lokasi.

Kerja bakti massal ini merupakan inisiatif Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, sebagai upaya mewujudkan Kota Yogyakarta yang bersih dan asri. Program ‘Jogja Bebas Rumput’ juga dipandang sebagai strategi penting dalam memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata, sekaligus meningkatkan kenyamanan warga dan wisatawan.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik DLH Kota Yogyakarta Rina Aryati Nugraha, mengatakan kegiatan tersebut akan dilakukan secara rutin setiap hari Jumat. Menurutnya, penanganan akan difokuskan terlebih dahulu pada kawasan yang dinilai paling membutuhkan penanganan.

“Jadi tiap Jumat, dimulai Jumat kemarin kami di seputar Mandala Krida, lalu sekarang ini kami di Telomoyo karena yang paling kotor kami dahulukan, kemudian merembet ke Kotabaru,” ujar Rina, Jumat, 30 Januari 2026.

Rina berharap, melalui kegiatan rutin ini, kebersihan dan kerapian ruang publik di Kota Yogyakarta dapat terus terjaga, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk ikut merawat lingkungan sekitar.

Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan meskipun pembersihan rumput tersebut bukan pekerjaan besar, namun keberadaannya dapat mengganggu keindahan Kota Yogyakarta. Karena itu, Hasto berharap kegiatan tersebut dapat dilakukan secara rutin demi mewujudkan Kota Yogyakarta yang rapi dan indah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....